
TANAH BUMBU – Sekam padi yang selama ini menjadi bagian dari sisa aktivitas pertanian di Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, mendapat sentuhan berbeda. Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengolahnya menjadi briket dan mengajak perwakilan kelompok tani melihat sekaligus mempraktikkan proses pembuatannya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Eco Bricket yang dilaksanakan Kelompok 4 KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM di Balai Desa Sumber Baru pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Bagi mahasiswa, pemilihan sekam padi bukan tanpa alasan. Desa Sumber Baru memiliki aktivitas pertanian yang cukup kuat sehingga sekam padi relatif mudah ditemukan.
Agus Pujianto, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Akuakultur, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan kelompoknya memperkenalkan pemanfaatan sekam padi sebagai bahan dasar briket.
“Di daerah sini banyak lumbung padi. Jadi itu alasan kami membawa Eco Bricket,” ujar Agus.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjelaskan konsep pemanfaatan sekam padi. Mereka langsung memperagakan bagaimana bahan sisa pertanian tersebut diproses hingga dapat digunakan sebagai bahan dasar briket.

Proses dimulai dengan membakar sekam padi hingga berubah warna menjadi hitam. Pembakaran dilakukan secara bertahap dengan sekam terus diaduk agar prosesnya merata dan tidak sampai menjadi abu.
Sekam yang telah dibakar kemudian dihaluskan sebelum dicampur dengan tepung tapioka yang telah diolah menjadi kanji sebagai bahan perekat.
“Sekam padi itu dibakar sampai merata, kemudian dihaluskan sedikit, baru dicampur menggunakan tepung tapioka sebagai bahan perekat,” jelas Agus.
Dalam praktik tersebut, mahasiswa menggunakan sekitar setengah karung sekam padi sebagai bahan contoh. Untuk perekat, mereka menjelaskan perbandingan sekitar empat sendok tepung tapioka dengan satu gelas air, sedangkan dalam adonan briket digunakan sekitar lima sendok sekam dan satu sendok tepung tapioka yang telah diolah menjadi perekat.
Peralatan yang digunakan pun sederhana. Ada wadah untuk membuat adonan, kaleng untuk membakar sekam, kompor, sendok, serta jaring kawat yang digunakan untuk menopang bahan bakar pada bagian tengah proses pembakaran.
Suasana praktik berlangsung santai. Setelah mahasiswa memberikan contoh, peserta mulai mengambil bagian dalam proses tersebut. Sekam dibakar, diaduk dan diproses bersama hingga menjadi bahan yang siap dibentuk.

Sekitar enam warga yang merupakan perwakilan dari gabungan kelompok tani mengikuti kegiatan tersebut.
Kehadiran mereka tidak sekadar sebagai peserta yang menyaksikan demonstrasi. Mahasiswa memberikan kesempatan kepada kelompok tani untuk mencoba sendiri tahapan pembuatan briket.
“Gabungan kelompok taninya langsung ikut praktik sendiri, mulai dari membakar, mengaduk, sampai membuat,” kata Agus.
Keterlibatan langsung tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan. Dengan mempraktikkan sendiri, peserta dapat melihat bahwa pemanfaatan sekam padi sebagai bahan briket dapat dilakukan melalui proses yang relatif sederhana.
Mahasiswa juga memperkenalkan perbandingan bahan yang digunakan agar peserta memiliki gambaran ketika nantinya ingin mencoba kembali secara mandiri.
Agus mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sisa pertanian yang tersedia di lingkungan mereka.
Bagi Desa Sumber Baru yang memiliki aktivitas pertanian, sekam padi tidak lagi hanya dilihat sebagai sisa dari pengolahan padi. Melalui praktik yang diperkenalkan mahasiswa KKN ULM, bahan tersebut diperlihatkan memiliki peluang untuk diolah kembali menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.
Kegiatan Eco Bricket menghadirkan Agus Pujianto dan Muhammad Khidhir, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Agus berasal dari Program Studi Akuakultur, sementara Muhammad Khidhir dari Program Studi Perikanan Tangkap.
Ketua Kelompok 4 KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM, Muhammad Fauzan Ananta, merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan, Program Studi Kehutanan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 4 mencoba memperlihatkan bahwa inovasi lingkungan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang rumit. Bahan yang berada di sekitar masyarakat pun dapat menjadi awal untuk menemukan pemanfaatan baru.

Program KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM di Desa Sumber Baru dilaksanakan oleh 16 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi. Berikut nama-nama mereka:
1. Zaidan Failasufa
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
2. Agus Pujianto
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Akuakultur
3. Muhammad Yasser Karima
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Ilmu Kelautan
4. Muhammad Khidhir
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Perikanan Tangkap
5. Muhammad Fauzan Ananta
Fakultas Kehutanan
Program Studi Kehutanan
6. Muhammad Naufal
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Statistika
7. Maulida Nur Safitri
Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Lingkungan
8. Normala
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan
9. Felicia Fidia
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan
10. Naila Munawarah
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan
11. Noer Mayadha
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan
12. Maya Tahera
Fakultas Kehutanan
Program Studi Kehutanan
13. Nurhaliza Kusuma Wardani
Fakultas Kehutanan
Program Studi Kehutanan
14. Zahratun Nufus
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Ilmu Kelautan
15. Najma Auralia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Farmasi
16. Norliani
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Biologi
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.