
TANAH BUMBU – Sampah organik rumah tangga yang selama ini kerap berakhir di tempat pembuangan kini mulai dimanfaatkan menjadi pupuk alami di Desa Salimuran, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. Inovasi tersebut diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui program LoSiDa (Lubang Sisa Dapur) dan LoMaSiDa (Lubang Masak Sisa Dapur).
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN mengajak masyarakat mengolah sisa makanan dan limbah organik dapur menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Sosialisasi dilakukan secara door to door, sehingga warga tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga pendampingan langsung dalam penggunaan kedua inovasi tersebut.
LoSiDa dibuat menggunakan pipa PVC yang ditanam di dekat tanaman. Sisa makanan rumah tangga dimasukkan ke dalam pipa, kemudian terurai secara alami dan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman di sekitarnya.

Sementara itu, LoMaSiDa memiliki prinsip kerja yang sama, tetapi menggunakan ember bekas berkapasitas lebih besar sehingga hasil penguraian dapat dipanen dalam bentuk pupuk padat maupun pupuk cair.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa KKN membangun enam unit LoSiDa dan lima unit LoMaSiDa di kawasan sekitar Kantor Desa Salimuran. Setelah pemasangan, mahasiswa melakukan pemantauan rutin setiap hari sekaligus mendata jumlah sampah organik yang dimasukkan warga ke dalam media pengolahan tersebut.
Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi. Bahkan, salah satu LoSiDa dilaporkan telah terisi penuh hanya dalam waktu delapan hari sejak mulai digunakan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai memanfaatkan fasilitas yang disediakan untuk mengolah sampah organik rumah tangga.

Sebelum pemasangan dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu menggelar sosialisasi kepada masyarakat yang dihadiri Sekretaris Desa Salimuran, Awal, bersama sejumlah perangkat desa. Kegiatan itu menjadi langkah awal memperkenalkan konsep pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga kepada warga.
Melalui program LoSiDa dan LoMaSiDa, mahasiswa KKN ULM berharap pengelolaan sampah organik tidak lagi berhenti pada tahap pembuangan, tetapi dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan.
Kelompok 12 KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat di Desa Salimuran
1. Akhmad Suaifi
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Akuakultur
2. Christa Cecilia
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
3. Rizqi Amalia Putri
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Perikanan Tangkap
4. Mila Puri Rahayu
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan
5. Muhammad Sahibul Mi’raji
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan
6. Taufik Rahman
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan
7. Evangeline Juan Moniung
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Ilmu Kelautan
8. Nurul Alif Khoyrunnisaa
Fakultas Kehutanan
Program Studi Kehutanan
9. Aisya Nabila Nazwa
Fakultas Kehutanan
Program Studi Kehutanan
10. Nur Azmi Fauziah
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Matematika
11. Musannada
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Biologi
12. Muhammad Faqih Adhrian Ramadhan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Ilmu Komputer
13. Adelia Qoslimah
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Statistika
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.