
Jalan alternatif Batulicin-Banjarbaru menawarkan perjalanan yang lebih cepat dibandingkan jalur nasional via Banjarbaru-Pelaihari-Batulicin. Selain itu, jalur ini juga menyuguhkan panorama alam yang indah, dengan hamparan perbukitan hijau dan udara yang masih segar. Namun, di balik pesona tersebut, jalan ini menyimpan risiko kecelakaan yang tinggi, terutama di beberapa titik rawan.

Bagi pengendara yang melintasi jalur ini, pemandangan alam yang memukau menjadi daya tarik tersendiri. Rimbunnya pepohonan, udara yang sejuk, serta lanskap perbukitan yang hijau menjadikan perjalanan terasa menyenangkan. Tidak heran jika banyak orang memilih jalur ini sebagai alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalur nasional.
Namun, di balik pesona tersebut, infrastruktur jalan yang tidak memenuhi standar keselamatan menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan.

Beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kecelakaan di jalur ini meliputi:
Jalur ini memiliki banyak tikungan tajam dengan radius yang tidak sesuai standar, sehingga kendaraan sulit bermanuver dengan aman, terutama pada kecepatan tinggi.
Superelevasi atau kemiringan jalan di tikungan berfungsi untuk menjaga keseimbangan kendaraan saat menikung. Sayangnya, beberapa titik di jalur ini memiliki superelevasi yang kurang memadai, sehingga meningkatkan risiko kendaraan tergelincir, terutama saat hujan.
Tanjakan dan tikungan di jalur ini sering kali menghalangi jarak pandang pengemudi. Akibatnya, banyak kasus kecelakaan terjadi karena pengemudi tidak dapat melihat kendaraan dari arah berlawanan dengan cukup waktu untuk bereaksi.
Beberapa bagian jalan berbatasan langsung dengan tebing curam atau jurang, tanpa adanya pembatas jalan yang memadai. Jika kendaraan kehilangan kendali, risiko kecelakaan fatal meningkat.
Karena jalur ini lebih sepi dibandingkan jalur nasional, banyak pengendara mengemudi dengan kecepatan tinggi tanpa memperhitungkan kondisi jalan. Kombinasi tikungan tajam, tanjakan curam, dan minimnya penerangan jalan menjadikan jalur ini sangat berbahaya, terutama di malam hari.

Beberapa kecelakaan yang terjadi baru-baru ini menunjukkan pola yang sama:

Untuk mengurangi risiko kecelakaan, pengguna jalan harus lebih berhati-hati, terutama di titik-titik rawan berikut:

Jalan alternatif Batulicin-Banjarbaru memang menawarkan keindahan alam yang luar biasa serta waktu tempuh yang lebih singkat dibandingkan jalur nasional. Namun, di balik itu, risiko kecelakaan tinggi akibat infrastruktur jalan yang tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, pengguna jalan wajib berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam perjalanan.
— Penulis
Ia memilih Pagatan sebagai tempat berpijak—sebuah kota kecil yang sarat cerita perjuangan di pesisir tenggara Kalimantan. Dari sana, ia memandang Indonesia dengan mata seorang jurnalis; bukan hanya melalui berita dan peristiwa, tetapi melalui manusia, kekuasaan, perubahan, serta cerita-cerita yang kerap luput dari perhatian..
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.