Next Post

Bisikan dari Kayu Besi Kalimantan

Intermezo Imajiner Local Wisdom
Oleh: Yuri Muryanto Soedarno)*

Lebih dua puluh tahun saya tinggal di Pulau Laut, pulau yang berada sebelah tenggara Pulau Kalimantan (sebagai pulau terbesar ke tiga di bumi).

Istri dan anak saya tahu, pulau ini secara pribadi saya sebut ” Sweet Litle Island “.

Dulu, ketika tahun pertama di pulau ini, panorama lautnya membuat gandrung, (maklum, sebelumnya tinggal di daerah yang tak mempunyai laut).

Setelah beberapa tahun, hal itu sudah mulai sangat biasa.

Bahkan dari rumah pun saya bisa langsung melihat selat laut dan bukit serta gunung gemunung di pulau ini.

Sore itu, saya agak kangen melihat ruang terbuka kota (Siring Laut) yang di bangun dengan menambah daratan dan kemudian berkonstruksi tiang pancang dan cor beton bertulang di atas laut.

Ketika pertama hadir di pulau ini, bangunan itu belum ada.

Ada satu hal yang menggelitik hati saya siang itu. Keinginan itu seperti ada daya aneh.

Waktu anak saya masih kecil, tempat inilah yang menjadi favorit untuk mengajaknya refreshing di pagi atau sore pada hari minggu.

Pandangan menatap pada tonggak tonggak pohon, yang menancap di antara urugan tanah dan tiang pancang bangunan di atas laut.

Pohon Ulin ( Eusideroxylon Zwageri ), ada yang menyebutnya Pohon Kayu Besi atau menyebutnya Pohon Balian, yang konon sengaja di tancapkan untuk menahan tanah dan lumpur pada awal pembangunannya.

Tonggak kayu ulin menopang struktur kawasan Siring Laut di Kotabaru. Kayu besi ini dikenal tahan terhadap air laut dan telah digunakan sejak awal pembangunan. (Kotabaru, Kalimantan Selatan, April 2026) – kalimantansmart.info

Dari pintu gerbang ruang terbuka, bila di tarik lurus ada tulisan SIRING LAUT dan KOTABARU yang di belakang nya ada maskot Ikan Todak / Swordfish (Nama Ilmiah : Xiphias Gladius ; yang berasal dari bahasa Yunani :Xipho, dan Latin : Gladius, yang berarti ‘pedang’ merujuk pada moncongnya yang memanjang, pipih dan runcing yang menyerupai pedang).

Baca Juga :  Andai Saja Hutan Mangrove Muara Pagatan Serius Dikembangkan

Entah hal apa yang membuat saya menghitung jumlah kayu pohon ulin yang . berupa kayu log / gelondongan. Semua nya berjumlah 46 (yang terlihat, dulunya konon lebih dari jumlah tersebut). Tonggak penahan itu 9 disebelah kiri dan 37 di kanan.

Entah pikiran dari mana, saya menerawang liar.

Gabungan jumlah tonggak adalah 46 (4+6= 10), sebelah kanan 37 (3+7= 10), sebelah kiri 9 (angka tunggal 9).

Apakah itu sinyal bahwa perbuatan kanan (baik) harus banyak dilakukan daripada perbuatan kiri (tidak baik). Walaupun kanan atau kiri sebenarnya milik-NYA juga.

Penulis berada di antara tonggak ulin di kawasan Siring Laut. Keberadaan kayu tersebut menunjukkan kekuatan material alami yang mampu bertahan dalam jangka panjang. (Kotabaru, Kalimantan Selatan, April 2026) – kalimantansmart.info

Apakah ini suatu imajiner yang nyeleneh saja, apakah ini pertanda di pulau ini perbuatan baik harus lebih banyak daripada perbuatan tidak baik, walaupun hal tersebut sudah barang tentu di manapun di muka bumi manusia harus banyak menabur kebaikan dari pada keburukan ; (apapun yang ditabur, itulah yang dituai)

Gerbang Siring Laut Kotabaru dengan ikon ikan todak, menjadi penanda kawasan sekaligus identitas visual wilayah pesisir. (Kotabaru, Kalimantan Selatan, April 2026) – kalimantansmart.info

Karena waktu masih sore, kami menuju bukit, dengan pemandangan menawan, (saya menyebutnya Swordfish Highlands, secara umum di sebut Bukit Mamake, oleh masyarakat di sekitar lokasi itu.

Entah kenapa, secara kebetulan bertemulah dengan teman yang sudah lama tak bersua ( mantan Kepala Desa / Kades) di tempat tersebut, yang di panggil Pak Oyong (Abdul Muluk).

Dulu, pertama bertemu, rasanya masih jadi Kades.

Lagi lagi secara kebetulan pula. Dia memulai dengan obrolan tentang Pohon Ulin, yang merupakan salah satu pohon yang akan di tanam secara masal di suatu lokasi.

Baca Juga :  Uji Nyali Hukum dalam Kasus Air Keras Aktivis

” Agar anak dan cucu atau buyut bisa tahu dan melihat langsung dengan pohon Ulin Mas”, katanya sambil tersenyum

Penulis berbincang dengan Abdul Muluk (Pak Oyong), mantan kepala desa, mengenai rencana penanaman pohon ulin sebagai upaya pelestarian lingkungan. (Kotabaru, Kalimantan Selatan, April 2026) – kalimantansmart.info

Sekitar tiga puluh menit sebelum azan magrib, sampailah di rumah dan duduk di gazebo, di satu kursi dari limbah akar pohon Ulin.

Pikiran saya teringat pada sebuah artikel yang menjelaskan bahwa terdapat jenis pohon yang pertumbuhannya sangat lambat, dengan peningkatan diameter batang rata-rata hanya sekitar 0,058 cm hingga 0,1 cm setiap tahun. Pertumbuhan yang demikian lambat membuat pohon ulin tersebut sulit berkembang biak secara cepat, sehingga keberadaannya menjadi semakin langka.

Diperlukan usia ratusan tahun, sampai menjadi pohon besar.

Bahkan di Wisata Alam Sangkima, Taman Nasional Kutai, hutan hujan tropis, Kutai Timur, Kalimantan Timur ada Pohon Ulin yang berusia 1.000 (seribu) tahun, berdiameter 2,7 meter, tinggi 20 meter,

Adalah wajar Pohon Ulin menjadi saksi sejarah bagi perjalanan masa di Kalimantan dengan kearifan lokalnya, dan telah mengetahui sejarah proses peradaban, dengan kebersahajaan sebagai pohon yang sangat penting bagi manusia.

Berarti adalah wajar pohon ini sangat perlu dilestarikan. —-

Secara kebetulan, tulisan ini juga terilhami dari suatu desa, yang bersebelahan dengan desa yang bernama Desa Gunung Ulin, di tanggal 9 April 2026 bertepatan dengan ultah istri yang lahir di pulau ini, puluhan tahun yang lalu.

Demikian pula putera kami yang juga lahir di Kotabaru.

(Dusun Bukit Global, Sweet Litle Island, Southeast Kalimantan)

*) Alumni FISIP ULM, pernah mengajar di SMK dan mengajar di beberapa Perguruan Tinggi serta Kepala LP3M di salah satu Perguruan Tinggi, pernah bekerja di beberapa perusahaan konsultan / swasta lainnya, pernah menjuarai beberapa Lomba Karya ilmiah / fiksi / sastra, kadang menulis tentang lingkungan, traveling, puisi, cerpen, serta menyikapi fenomena sekitar, salah satu Pelopor Mahasiswa Pecinta Alam Fisipioneer, sekarang tinggal di Pulau Laut mengerjakan yang dia suka.

 

Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News