Next Post

Sampah Plastik Dipadatkan Jadi Ecobrick, KKN ULM Ajak Siswi SMKS Kodeco Membuat Pot Tanaman

Mahasiswa KKN ULM bersama siswi SMKS Kodeco merangkai ecobrick menjadi pot tanaman dalam kegiatan pengolahan sampah di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Senin (3/8/2026). Sumber foto: Aulia Khairunisa.

TANAH BUMBU – Sampah plastik tak selalu berakhir sebagai limbah. Di tangan mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM), sampah plastik dipadatkan menjadi ecobrick dan dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pot tanaman.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Kelompok 19 AKSARA di SMKS Kodeco, Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu, Senin (3/8/2026), mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WITA. Kegiatan diikuti 34 siswi kelas XI Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran.

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumbernya. Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pengolahan sampah anorganik melalui pembuatan pot tanaman berbahan ecobrick.

Nurhikmah, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM Program Studi Akuakultur, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja kelompoknya dalam mengenalkan pengelolaan sampah secara sederhana dan aplikatif kepada siswa.

“Sebelum kami melakukan demonstrasi pot tanaman dari ecobrick, kami juga melakukan edukasi terkait pilah sampah dari sumbernya. Setelah itu kami lanjutkan dengan pengolahan sampah anorganik, yaitu pembuatan pot tanaman dari ecobrick,” kata Nurhikmah.

Siswi SMKS Kodeco mempraktikkan pemanfaatan ecobrick sebagai bahan pembuatan pot tanaman dalam kegiatan KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM, Senin (3/8/2026). Sumber foto: Aulia Khairunisa.

Delapan Ecobrick untuk Satu Pot

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menggunakan delapan botol plastik berukuran 600 mililiter yang telah diisi dan dipadatkan dengan potongan sampah plastik.

Setiap botol ecobrick memiliki berat sekitar 200 gram. Dengan demikian, delapan botol yang digunakan untuk membuat satu pot memiliki berat keseluruhan sekitar 1,6 kilogram.

Nurhikmah menjelaskan, bahan ecobrick tersebut telah dipersiapkan mahasiswa sebelum kegiatan berlangsung. Sampah plastik terlebih dahulu dipotong-potong kemudian dimasukkan ke dalam botol dan dipadatkan hingga membentuk ecobrick.

“Untuk pot tanaman ecobrick ini, sebelumnya kami menggunakan kemasan plastik yang dipadatkan di dalam satu botol 600 mililiter. Sampahnya kami siapkan terlebih dahulu sebelum ke SMKS Kodeco,” ujarnya.

Baca Juga :  Tak Disangka, Mahasiswa KKN di Segumbang Ubah Sampah Dapur Jadi Cairan Serbaguna

Dalam kegiatan praktik, empat siswi dipilih untuk maju dan mengikuti demonstrasi secara langsung. Mereka didampingi dua mahasiswa KKN.

Proses pembuatan dimulai dengan menyusun delapan botol ecobrick yang telah disiapkan. Bagian dasar botol kemudian dilubangi untuk memasukkan kawat sebagai rangka.

“Prosesnya itu kami melubangi di dasar ujung botol dan dimasukkan dengan kawat untuk membentuk pola dasar bulat,” jelas Nurhikmah.

Setelah rangka dasar terbentuk, botol-botol tersebut direkatkan menggunakan kabel ties agar susunannya kuat dan membentuk pola pot tanaman.

Mahasiswa kemudian membuat bagian dasar pot dengan rangkaian tambahan berbentuk segitiga dan segi empat. Bagian tersebut berfungsi sebagai penahan media tanam agar tidak langsung keluar melalui celah di antara botol.

Setelah rangkaian selesai, bagian dalam pot dilapisi plastik sebagai wadah untuk menampung tanah sebelum digunakan untuk menanam.

Ketua Kelompok 19 AKSARA, Ahmad Fadhil Azhim, memberikan pengarahan kepada siswi SMKS Kodeco sebelum kegiatan edukasi dan demonstrasi pengolahan sampah anorganik menjadi ecobrick. Sumber foto: Aulia Khairunisa.

Belajar Mengolah Sampah dari Bahan yang Ada

Nurhikmah mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan ecobrick sebagai produk dari sampah plastik, tetapi juga memperlihatkan kepada siswa bahwa limbah yang ada di sekitar mereka dapat dimanfaatkan kembali.

Dalam demonstrasi, mahasiswa juga menunjukkan contoh sampah plastik yang telah dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam botol sebagai bahan dasar ecobrick.

“Untuk bahan itu kami yang menyediakan. Jadi pada saat demonstrasi kami hanya menyediakan sampahnya sedikit sebagai contoh. Sampah yang dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam botol itu yang namanya ecobrick,” katanya.

Menurut dia, metode praktik dipilih agar siswa tidak hanya memahami pengelolaan sampah melalui penjelasan, tetapi juga melihat dan mencoba langsung proses pengolahannya.

Kegiatan berlangsung di ruang praktik siswa Bisnis Daring dan Pemasaran SMKS Kodeco. Tempat tersebut digunakan siswa sebagai ruang pembelajaran dan praktik terkait kegiatan bisnis dan pemasaran.

Siswi SMKS Kodeco mengikuti praktik pembuatan pot tanaman berbahan ecobrick yang digelar Kelompok 19 AKSARA KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM, Senin (3/8/2026). Sumber foto: Aulia Khairunisa.

Diikuti 34 Siswi

Kegiatan pembuatan pot tanaman ini diikuti 34 siswi dari kelas XI Jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran.

Baca Juga :  Agroforestry Itu Apa Sih? 60 Warga Purwodadi Penasaran, Turun ke Kebun Bersama Mahasiswa KKN ULM

Nurhikmah mengatakan seluruh peserta merupakan siswi yang mengikuti kegiatan pada jam pembelajaran yang telah ditentukan. Mahasiswa KKN turut mendampingi proses demonstrasi dan praktik.

Program tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Kelompok 19 AKSARA dalam pelaksanaan KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM di Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu.

Kelompok yang beranggotakan 16 mahasiswa itu membawa isu pengelolaan lingkungan ke berbagai kegiatan masyarakat dan sekolah dengan pendekatan yang lebih praktis.

Sebelum kegiatan dimulai, Ketua Kelompok 19 AKSARA, Ahmad Fadhil Azhim, dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan, turut memberikan sambutan.

Nurhikmah mengatakan, lokasi kegiatan yang tampak seperti area minimarket dalam dokumentasi merupakan ruang terbuka yang digunakan para siswi untuk kegiatan pembelajaran.

“Itu outdoor tempat pembelajaran dari siswi Bisnis Daring dan Pemasaran. Jadi itu tempat mereka praktik pembelajaran tentang pembisnisan dan daring,” katanya.

Melalui pembuatan ecobrick, mahasiswa berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya memilah sampah, tetapi juga melihat bahwa sampah plastik yang selama ini dianggap tidak berguna masih dapat diolah menjadi barang yang memiliki fungsi.

Bagi para siswi SMKS Kodeco, praktik tersebut sekaligus menjadi pengalaman langsung mengubah sampah plastik menjadi bagian dari produk yang dapat digunakan kembali.

Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM Kelompok 19 AKSARA bersama siswi SMKS Kodeco usai kegiatan pengolahan sampah menjadi ecobrick dan pot tanaman di Desa Gunung Antasari, Senin (3/8/2026). Sumber foto: Aulia Khairunisa.

Anggota Kelompok 19 AKSARA terdiri atas:

1. Ahmad Fadhil Azhim
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan

2. Almas Diya Nathifa
Fakultas Teknik
Program Studi Teknik Lingkungan

3. Alya Norhaida
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan

4. Aulia Khairunisa
Fakultas Kehutanan
Program Studi Kehutanan

5. Elki Septrila Wijaya
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan

6. Hasna Ridha Luthfiyani
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Ilmu Kelautan

7. Indah Budi Astuti
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Farmasi

8. Maulana Malik Ibrahim
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Perikanan Tangkap

9. Muhammad Madhan
Fakultas Kehutanan
Program Studi Kehutanan

10. Muhammad Nashir
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Matematika

11. Norhikmah
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Akuakultur

12. Paquita Sandy Avenani Tarigan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Program Studi Biologi

13. Parni Pratama
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan

14. Putri Nayla Alifah Kurniawan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Ilmu Kelautan

15. Riyyan Wahyu Nispada
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Teknologi Hasil Perikanan

16. Talina Pranoto
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan

Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News