
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembenahan internal yang dilakukan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mulai menunjukkan dampak nyata. Menurutnya, praktik suap yang selama ini menjadi sorotan publik kini semakin sulit dilakukan, seiring penguatan pengawasan dan penindakan di lapangan.
Purbaya menyebut, aparat Bea Cukai saat ini jauh lebih aktif melakukan razia dan pemeriksaan fisik, terutama di wilayah perbatasan dan jalur masuk barang dari luar negeri. Langkah tersebut diambil untuk menutup celah penyelundupan sekaligus memperbaiki citra lembaga yang sebelumnya kerap diterpa isu gratifikasi.
“Sekarang razia dan pemeriksaan makin intensif. Itu membuat ruang untuk praktik tidak benar semakin sempit,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Ia mencontohkan, dalam salah satu operasi terbaru, aparat Bea Cukai berhasil mengamankan sekitar 11 juta batang rokok ilegal yang ditindak melalui kerja sama lintas instansi, termasuk imigrasi dan aparat penegak hukum setempat. Operasi tersebut merupakan hasil pengembangan intelijen dan laporan masyarakat.
Dalam penindakan itu, petugas juga mengamankan tiga warga negara asing yang diduga terlibat. Ketiganya kini menjalani proses hukum dan ditahan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta, sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan perwakilan negara asal masing-masing.
Purbaya optimistis, dengan pola kerja seperti ini, hasil penindakan ke depan akan terus meningkat dan memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran kepabeanan.
“Kalau pengawasan konsisten, penindakan pasti makin besar dan praktik-praktik lama bisa ditekan,” katanya.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan Bloomberg Technoz, Purbaya juga menyampaikan bahwa pembenahan di tubuh Bea Cukai menjadi salah satu fokus utama Kementerian Keuangan untuk memulihkan kepercayaan publik serta memperkuat penerimaan negara dari sektor kepabeanan.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.