Next Post

Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditangkap KPK, Jadi Kepala Daerah ke-17 yang Terjaring OTT Sejak Prabowo Memimpin

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap kepala daerah dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, Sirajudin Lasena, ditangkap dalam operasi KPK, Senin (21/9/2026).

Sirajudin menjadi kepala daerah ke-17 yang terjaring OTT KPK sejak rangkaian kepala daerah hasil Pilkada 2024 mulai dilantik pada 2025, setelah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan.

Sebelum Sirajudin, sudah ada 16 kepala daerah yang ditangkap KPK dalam rangkaian OTT sepanjang 2025 hingga Juli 2026.

Daftar 17 Kepala Daerah

2025

  1. Abdul Azis — Bupati Kolaka Timur
  2. Abdul Wahid — Gubernur Riau
  3. Sugiri Sancoko — Bupati Ponorogo
  4. Ardito Wijaya — Bupati Lampung Tengah
  5. Ade Kuswara Kunang — Bupati Bekasi

Kelima kepala daerah tersebut terjaring OTT KPK sepanjang Agustus hingga Desember 2025.

2026

  1. Maidi — Wali Kota Madiun
  2. Sudewo — Bupati Pati
  3. Fadia Arafiq — Bupati Pekalongan
  4. Muhammad Fikri Thobari — Bupati Rejang Lebong
  5. Syamsul Auliya Rachman — Bupati Cilacap
  6. Gatut Sunu Wibowo — Bupati Tulungagung
  7. Edison — Bupati Muara Enim
  8. Suhardiman Amby — Bupati Kuantan Singingi
  9. Syah Afandin — Bupati Langkat
  10. Etik Suryani — Bupati Sukoharjo
  11. Lalu Ahmad Zaini — Bupati Lombok Barat
  12. Sirajudin Lasena — Bupati Bolaang Mongondow Utara

Daftar 16 kepala daerah sebelum Sirajudin tersebut tercatat dalam sejumlah laporan hingga Juli 2026.

Sirajudin Ditangkap Bersama 13 Orang

Dalam OTT di Bolmut, KPK menangkap Sirajudin bersama 13 orang lainnya. Total ada 14 orang yang diamankan dalam operasi tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan lima orang ditangkap di Jakarta, termasuk Sirajudin. Delapan orang lainnya diamankan di wilayah Bolaang Mongondow, sementara satu orang berada di Gorontalo.

Baca Juga :  Digitalisasi dan Perebutan Kepemimpinan Warnai Muscab X Hiswana Migas Parepare

KPK juga mengamankan uang tunai dalam bentuk rupiah dengan nilai ratusan juta rupiah.

Menurut KPK, operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan terkait proyek-proyek oleh penyelenggara negara di lingkungan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

Lima orang yang berada di Jakarta kemudian menjalani pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK. Sementara pihak lainnya dimintai keterangan awal di wilayah setempat. Saat laporan awal disampaikan, perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.

OTT terhadap Sirajudin juga tercatat sebagai OTT ke-21 KPK sepanjang 2026. Namun, angka tersebut merupakan jumlah seluruh operasi tangkap tangan KPK, bukan jumlah kepala daerah yang ditangkap.

Dengan masuknya Sirajudin Lasena, daftar kepala daerah hasil Pilkada 2024 yang terjaring OTT KPK sejak 2025 kini bertambah menjadi 17 orang.

Untuk perkara Bolmut, publik masih menunggu hasil pemeriksaan KPK, termasuk konstruksi perkara, pihak-pihak yang nantinya ditetapkan sebagai tersangka, serta proyek yang menjadi objek dugaan penerimaan tersebut.

Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News