
TANAH BUMBU – Krisis air bersih mulai dirasakan warga di Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Sejumlah warga terpaksa mendatangi sumber distribusi air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah pasokan air sulit diperoleh dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut terlihat di Desa Batuah, tepatnya di Jalan Mustika, di samping SDN 3 Batuah, Minggu (4/10/2026). Sejumlah warga tampak mengantre sambil membawa jeriken, galon, serta berbagai wadah lainnya untuk mendapatkan air.
Di lokasi terlihat sebuah mobil menyalurkan air kepada warga. Beberapa warga bahkan membawa air menggunakan sepeda motor, sementara jeriken dan wadah air lainnya diletakkan di sekitar lokasi pengambilan.
Menurut keterangan warga, air yang dibagikan tersebut diberikan secara gratis untuk kebutuhan air bersih. Sementara air yang diperuntukkan untuk diminum langsung atau air galon disebut tetap dikenakan biaya.
Saat ditanya apakah distribusi air tersebut merupakan bantuan dari pemerintah desa, seorang warga menjawab singkat.
“Bukan dari desa,” katanya, sebelum berlalu membawa air menggunakan sepeda motor.
Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang masih berlangsung di Kalimantan Selatan. Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, musim kemarau masih berlangsung pada Oktober 2026 setelah puncak kemarau terjadi pada Agustus dan September.
BMKG juga memprakirakan curah hujan pada Oktober masih relatif rendah di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi ini membuat ketersediaan air bersih menjadi perhatian, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Memasuki akhir Oktober hingga November, kondisi cuaca diperkirakan mulai mengalami perubahan. BMKG memprakirakan musim hujan mulai memasuki sejumlah wilayah pada November 2026, meski awal musim hujan tidak terjadi secara serentak di seluruh daerah.
Bagi warga Pagatan dan sekitarnya, datangnya musim hujan menjadi harapan untuk mengakhiri kesulitan mendapatkan air bersih yang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.
Namun sebelum kondisi benar-benar membaik, kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan air untuk konsumsi.
Sumber: BMKG Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.