Next Post

“Maluku Utara Torang Cinta”, Lagu Tentang Persatuan, Perantauan, dan Wajah Baru Maluku Utara

Thubnail Cover Lagu “Maluku Utara Torang Cinta”

BANJARBARU — Lagu Maluku Utara Torang Cinta merupakan karya bernuansa persatuan dan kecintaan terhadap daerah yang mengangkat semangat kebersamaan masyarakat Maluku Utara. Lagu ciptaan dan dibawakan oleh Robert Hendra Sulu ini menggunakan pendekatan bahasa daerah dan bahasa Indonesia yang sederhana namun kuat secara emosional.

Melalui lirik seperti “Marimoi Ngone Futuru”, lagu ini mengangkat falsafah hidup masyarakat Maluku Utara yang berarti persatuan dan persaudaraan. Pesan tersebut dipertegas dengan ajakan “Mari torang bersatu, torang kuat” yang menggambarkan pentingnya solidaritas sosial dalam membangun daerah.

Selain menjadi lagu hiburan, karya ini juga merepresentasikan identitas budaya dan semangat kolektif masyarakat Maluku Utara sebagai “rumah torang samua”, rumah bersama bagi seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan.

Tampak Kota Ternate || Foto: Merdeka.com

Nuansa lagu yang hangat dan membumi menjadikannya relevan sebagai media pemersatu, terutama dalam memperkuat rasa cinta daerah, kebanggaan budaya lokal, serta semangat membangun Maluku Utara.

Dari tanah perantauan di Kalimantan Selatan, kerinduan terhadap kampung halaman kemudian menjelma menjadi karya musikal yang membawa wajah baru Maluku Utara ke hadapan publik nasional. Lagu tersebut lahir dari gagasan tentang budaya, persatuan, pembangunan, dan identitas daerah.

Dalam perbincangan panjang, Robert berbicara tentang alasan mengapa dirinya memilih musik sebagai medium menyampaikan pesan kepada masyarakat.

sumber: reservasiku.com (sarbanunarsyad.wordpress.com)

“Sejak zaman Bung Karno, musik sudah menjadi alat untuk membangkitkan semangat pembangunan bangsa. Di dalam Indonesia Raya ada semangat perjuangan dan semangat membangun negeri,” ujarnya.

Menurut Robert, musik memiliki kemampuan menyentuh masyarakat lebih cepat dibandingkan narasi formal pembangunan.

“Kalau program pembangunan hanya disampaikan secara normatif di ruang-ruang tertentu, masyarakat tidak akan tahu. Tetapi lewat lagu dan visual, orang langsung bisa melihat dan merasakan,” katanya.

Baca Juga :  Aksi Damai Mahasiswa di Banjarmasin, Robert Hendra Sulu: “Jadikan Role Model Demokrasi yang Sehat”
Sumber : indonesiakaya.com

Pemikiran itu kemudian melahirkan lagu Maluku Utara Torang Cinta, sebuah karya yang memadukan musik, visual sinematik, dan identitas budaya daerah dalam satu narasi besar tentang harapan dan persatuan.

Dalam deskripsi video musiknya, karya tersebut turut memanfaatkan referensi visual dari kanal YouTube GubSherly serta kanal SAM INDOWILD – Exploring the Legacy of the Spice Islands, North Maluku, yang menampilkan kekayaan alam, sejarah, dan identitas Kepulauan Rempah di Maluku Utara.

Video musik tersebut digarap dengan pendekatan visual yang kuat dan emosional. Materi visual dari berbagai referensi kemudian dirangkai ulang melalui proses editing dan penguatan narasi sinematik di bawah arahan produksi Rumah Hukum Robert Hendra Sulu bersama tim kreatif asal Indonesia Timur, tepatnya dari Makassar, yang juga merantau di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Sherly TJoanda Laos

Secara visual, video ini berhasil menghadirkan estetika layar lebar melalui penggunaan aspek rasio ultrawide yang dramatis serta teknik color grading matang yang menjaga saturasi warna alam tetap natural tanpa kesan berlebihan.

Pergerakan kamera drone yang halus serta hasil rekaman memukau dari kanal YouTube GubSherly dan SAM INDOWILD dipoles secara dinamis guna memperkuat kedalaman ruang dan bobot emosional di setiap bingkainya, sehingga menghasilkan sebuah karya sinema yang nyaman dipandang mata tanpa distorsi visual yang mencolok.

Meski disadari masih terdapat berbagai kekurangan teknis, tim kreatif berharap ke depannya proses pengambilan gambar maupun video dapat dilakukan secara langsung di Ternate dan berbagai wilayah Maluku Utara lainnya untuk menangkap esensi serta kedekatan emosional yang lebih nyata dan otentik.

Sherly TJoanda Laos

Sementara aransemen musik dalam lagu tersebut mendapat sentuhan inspiratif dari Hendri Lamiri yang dikenal dengan karakter musik etnik dan orkestrasinya.

Baca Juga :  Perjalanan Ini Seperti Lukisan yang Tergantung di Dinding

Salah satu adegan yang paling menonjol menampilkan Sherly Tjoanda Laos bersama ajudannya Chelsea Pattiwael, lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.

Bagi Robert, visual tersebut menyimpan pesan mendalam tentang kepemimpinan perempuan dan harapan baru bagi Maluku Utara.

“Visual, fashion, musik, dan masyarakat perantauan semuanya menyatu dalam karya itu. Itu yang memperkuat pesan lagunya,” ujarnya.

Robert Hendra Sulu

Di tengah percakapan, Robert beberapa kali menyinggung filosofi utama yang menjadi inti lagu tersebut: “Marimoi Ngone Futuru”.

Kalimat yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Maluku Utara itu menjadi roh dalam lagu Maluku Utara Torang Cinta.

“Marimoi Ngone Futuru artinya mari kita bersatu maka kita kuat. Itu falsafah hidup masyarakat Maluku Utara, khususnya masyarakat Ternate,” katanya.

Ia kemudian menggambarkan filosofi itu dengan analogi sederhana.

“Satu lidi tidak kuat. Tetapi kalau disatukan, ia menjadi kekuatan besar. Persatuan itu seperti sapu lidi,” ujarnya.

Tonton lagu “Maluku Utara Torang Cinta” di link YouTube berikut: https://youtu.be/HVumtxRjl9o?si=myYbB11uSWwhaMZv

Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News