Next Post

Lima Hari Bersama Nelayan Desa Beringin, Cerita Survei Kampung Nelayan Merah Putih

Surveyor Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Rijal Ulian, meninjau langsung aktivitas nelayan di area bagan saat survei lapangan di wilayah pesisir Desa Beringin, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin, 15 Desember 2025.

PAGATAN – Program prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) memasuki tahapan krusial berupa survei lapangan di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Desa Beringin, Kecamatan Kusan Hilir, menjadi salah satu lokasi yang disurvei.

Survei ini merupakan bagian dari persiapan pencanangan 250 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026, yang direncanakan mulai direalisasikan sekitar Maret 2026. Penilaian lapangan dilakukan oleh tim bentukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dalam pelaksanaan survei tersebut, Rijal Ulian, bertugas bersama rekannya Nadiah, lulusan Universitas Putra Indonesia (UNPI) Cianjur, jurusan Manajemen. Keduanya ditugaskan sebagai surveyor Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Beringin selama lima hari, terhitung sejak 12 hingga 16 Desember 2025.

“Saya Rijal Ulian. Saya bertugas sebagai surveyor Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025. Untuk penugasan di Desa Beringin, saya bersama rekan saya, Nadiah,” ujar Rijal.

Surveyor Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Rijal Ulian, bersama rekannya Nadiah, melakukan pendataan dan wawancara dengan Kepala Desa Beringin dalam rangka survei lapangan Program KNMP di Desa Beringin, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu, 13 Desember 2025.

Rijal menuturkan, sejak hari pertama tiba di Tanah Bumbu, tim surveyor merasakan sambutan yang sangat positif. Bahkan, ia menilai kehadiran tim KNMP memang telah dinanti.

“Sejak turun dari bandara, kami merasa kehadiran kami memang ditunggu. Kami diterima dengan baik, sarana transportasi juga cukup mendukung,” katanya.

Pada hari pertama, tim menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, sekaligus memaparkan kriteria desa yang dapat dibangun melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih.

Baca Juga :  Sosialisasi Pembuatan Pakan Alternatif dari Bungkil Sawit untuk Budidaya Perikanan

“Kami menjelaskan apa saja kriteria kampung nelayan yang bisa dibangun. Alhamdulillah, respons yang kami terima sangat antusias, karena sebelumnya pemerintah desa dan daerah memang sudah mengajukan proposal, dan kami datang untuk menindaklanjuti,” jelasnya.

Meski pertemuan berlangsung bertepatan dengan jam makan siang, Rijal mengaku diskusi tetap berjalan intens.

“Rasanya campur aduk, satu sisi lapar, tapi di sisi lain kami harus mengejar waktu diskusi. Setelah makan, diskusi tetap berlanjut,” ujarnya.

Surveyor Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bersama penyuluh perikanan saat kegiatan pendataan dan wawancara lapangan di Desa Beringin, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu, 14 Desember 2025.

Pada hari kedua, tim surveyor turun langsung ke Desa Beringin dan diterima di kantor desa oleh kepala desa setempat, didampingi penyuluh perikanan Eko Prio Raharjo. Fokus utama survei adalah memastikan kesiapan lahan yang diusulkan.

“Kegiatan kami di hari kedua lebih ke memastikan lahan. Ini yang paling penting, karena lahan yang akan dibangun harus benar-benar clear and clean,” kata Rijal.

Lahan yang diusulkan seluas sekitar satu hektare. Tim memastikan tidak ada sengketa, legalitasnya jelas, serta sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Jangan sampai setelah dibangun nanti muncul permasalahan hukum atau tuntutan dari masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, tim juga meminta sejumlah dokumen pendukung, seperti surat pernyataan bahwa lahan tidak berada di kawasan konservasi. Sebagian dokumen belum tersedia dalam bentuk salinan fisik karena sebelumnya telah dilaporkan ke pusat, sehingga pemerintah desa diberi waktu untuk melengkapinya kembali.

Setelah verifikasi dokumen, tim surveyor melakukan pengecekan langsung ke lokasi lahan. Mereka menilai luas lahan, batas administrasi desa, kondisi jalan, ketersediaan listrik, serta sumber air bersih.

Baca Juga :  Kades H. Ibar Antusias Hibahkan Lahan untuk Kampung Nelayan Merah Putih
Kementerian Kelautan dan Perikanan meninjau langsung calon lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Beringin, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu, 14 Desember 2025.

“Untuk batas administrasi, lahan jelas berada di wilayah Desa Beringin. Kondisi jalan cukup baik, dan jaringan listrik tersedia,” ujar Rijal.

Namun, terdapat sedikit perbedaan antara proposal dan kondisi lapangan terkait sumber air bersih. Dalam proposal disebutkan menggunakan PAM, sementara di kawasan pesisir warga masih mengandalkan sumur gali.

“Tapi itu tidak menjadi masalah besar. Jika program KNMP dibangun, kebutuhan air bersih bisa disiapkan dan diintegrasikan,” katanya.

Rijal juga menekankan pentingnya ketersediaan listrik tiga fase, mengingat ke depan akan ada aktivitas produksi dan pengolahan hasil perikanan.

“Listrik tiga fase sangat penting karena nanti akan ada fasilitas pengolahan. Di lokasi ini, jaringan listrik tidak menjadi kendala karena berada dekat jalan nasional,” jelasnya.

Pada hari ketiga, tim surveyor mewawancarai lima orang nelayan untuk menggali kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir. Hari keempat digunakan untuk mereviu hasil wawancara dan melengkapi data.

Sementara pada hari kelima, tim diajak langsung ke bagan nelayan, lokasi aktivitas penangkapan ikan di laut.

Tim surveyor KNMP menuju bagan nelayan di perairan Desa Beringin, Kecamatan Kusan Hilir, Tanah Bumbu, 15 Desember 2025.

“Pengalaman naik kapal terbuka menuju bagan, berdiri di atas laut, dan melihat langsung nelayan bekerja itu sangat berkesan. Hal seperti ini tidak bisa kami dapatkan di kota,” ungkap Rijal.

Tim juga turut merasakan kebersamaan dengan nelayan setelah hasil tangkapan diperoleh, mulai dari mengolah ikan hingga makan bersama di atas laut.

Dari seluruh rangkaian survei selama lima hari tersebut, Rijal menilai semangat dan antusiasme nelayan di Desa Beringin sangat tinggi. Namun, kondisi itu belum sepenuhnya ditopang fasilitas yang memadai.

“Semangat nelayan sangat tinggi dan kehidupan mereka benar-benar bergantung pada sektor perikanan. Tapi kalau tidak didukung fasilitas yang cukup, pasti ada kendala,” ujarnya.

Rijal juga menegaskan bahwa tidak seluruh hasil survei dan wawancara dapat disampaikan ke publik. Menurutnya, sebagian temuan masih menjadi bagian dari kepentingan penelitian dan kajian internal tim surveyor.

“Tidak semua hasil survei bisa kami sampaikan secara terbuka. Ada data dan temuan yang memang menjadi bahan kajian internal tim, dan itu nantinya akan kami laporkan sebagai pertimbangan dalam penentuan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Rijal.

Ia menjelaskan, proses tersebut penting agar penetapan lokasi KNMP benar-benar didasarkan pada data lapangan yang utuh, objektif, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat nelayan.

@kkpgoid #KNMP #KKP #KementerianKelautanPerikanan #Nelayan #Perikanan #Pesisir

Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News