Next Post

Muara Pagatan Jadi Lokasi Survei Pembangunan Nelayan dalam Seleksi Nasional KNMP

Tim surveyor, penyuluh perikanan, dan tenaga ahli sedang melakukan survei lapangan menggunakan speedboat di perairan Muara Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, untuk meninjau lokasi usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Minggu, 14 Desember 2025.

TANAH BUMBU — Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah pemerintahan Prabowo menekankan Ekonomi Biru dan Pangan Biru untuk mendukung swasembada. Salah satu fokusnya adalah pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk kesejahteraan nelayan, modernisasi alat tangkap, pengembangan nelayan perikanan tangkap, serta penguatan koperasi nelayan. Targetnya adalah ribuan KNMP hingga 2029.

Sejalan dengan itu, Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, menjadi salah satu lokasi survei Seleksi Nasional KNMP. Survei ini berlangsung lima hari, mulai Kamis, 12 Desember 2025, hingga Selasa, 16 Desember 2025, dengan tujuan memverifikasi langsung kondisi wilayah, potensi perikanan, kesiapan lahan, dan kondisi sosial ekonomi nelayan yang telah mengajukan proposal.

Tim surveyor dipimpin oleh Nadia Ramadhani Putri, lulusan Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, bersama rekannya Adinda Zahra Marissa Kasmi dari IPB. Mereka didampingi penyuluh perikanan Arsiah, perangkat desa, dan tokoh masyarakat setempat.

Nadia Ramadhani Putri sedang melakukan wawancara dengan masyarakat nelayan Desa Muara Pagatan dalam rangka Seleksi Nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat, 12 Desember 2025.

Saat tiba di Pagatan pada Kamis sore, tim langsung menuju Hotel Medina Putri Duyung Pagatan, tepat di depan pantai. “Hari pertama kami belum ke kantor desa. Kami langsung menuju penginapan, suasananya sangat nyaman, dan pemandangan pantainya indah,” kata Nadia. Tim sempat menikmati suasana pantai sebagai persiapan sebelum turun ke lapangan.

Keesokan harinya, tim mendatangi Kantor Desa Muara Pagatan. Mereka disambut Kepala Desa beserta perangkat, sekretaris desa, tokoh masyarakat, dan penyuluh perikanan Arsiah. “Kami berdiskusi dengan pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus menjelaskan tujuan kedatangan kami, yakni memverifikasi usulan pembangunan KNMP,” jelas Nadia.

Baca Juga :  Aktivitas Nelayan Warnai Muara Sungai Desa Satui Barat

Setelah diskusi, tim bersama pemerintah desa meninjau lahan yang diusulkan. Meskipun sedang musim banjir, sebagian lahan tergenang, tim tetap bisa turun ke lapangan untuk mengecek kondisi dan mengukur luasnya. Hasil pengukuran menunjukkan luas lahan lebih dari 1 hektare, memenuhi standar pembangunan KNMP. Meski ada area mangrove di sekitar, lokasi tidak bersinggungan dengan kawasan kehutanan.

Surveyor dari IPB bersama tim ahli KKP dan Penyuluh Perikanan KKP melakukan peninjauan lapangan di lokasi usulan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Muara Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu, 14 Desember 2025.

Nadia menilai lahan tersebut strategis. Sudah tersedia salter atau tempat pendaratan ikan, lokasinya jauh dari permukiman warga, dan dekat pesisir pantai. “Jika terpilih, hanya perlu penataan ulang layout kawasan. Keunggulan Muara Pagatan dibanding desa lain adalah salternya sendiri dan bentang alam pesisir yang mendukung aktivitas nelayan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan, “Muara Pagatan memiliki keuntungan lain karena posisinya sebagai muara yang terkoneksi langsung ke pusat kota Simpang Empat dan Batulicin. Bahkan jembatan penyebrangan Kotabaru-Batulicin terlihat jelas dari lahan usulan lokasi pembangunan KNMP. Pemandangan laut di ujung muara sangat indah, yang kami ketahui menjadi tempat favorit para fotografer mengambil momen.”

Pada hari ketiga, tim melakukan wawancara dengan nelayan aktif yang datang ke kantor desa, dibuktikan dengan kepemilikan kartu nelayan. “Rata-rata mereka menggunakan jaring helah dan pancing. Hasil tangkapannya cumi-cumi, kakap, tongkol, dan belanak,” kata Nadia.

Tim Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan arahan kepada Sekretaris Desa Muara Pagatan di kantor desa, yang didampingi Penyuluh Perikanan KKP dan surveyor, terkait rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Minggu, 14 Desember 2025.

Namun, nelayan menghadapi sejumlah kendala. BBM bersubsidi sulit masuk, hanya tersedia sebulan sekali, sehingga mereka membeli eceran dengan harga lebih mahal. Selain itu, es batu dan fasilitas cold storage juga sulit diperoleh, padahal potensi tangkapan cukup besar. Banyak nelayan masih menggunakan mesin kapal berdaya kecil di bawah 5 PK, dan berharap bantuan peremajaan dari pemerintah.

Baca Juga :  Mahasiswa KKNT ULM Dorong Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting di Desa Binaan Perikanan Pandamaran Jaya

Kondisi sosial nelayan juga menjadi perhatian tim surveyor. Banyak nelayan berusia lanjut yang masih melaut dengan peralatan sederhana dan hidup seorang diri. “Ada nelayan hampir 60 tahun, hidup sendiri, dan masih melaut dengan kapal kecil. Kondisi ini menyentuh dan menjadi catatan penting,” ujar Nadia. Ia menegaskan, tugas surveyor tidak hanya memverifikasi lahan, tetapi juga melihat kondisi sumber daya manusia dan kesejahteraan nelayan.

Antusiasme masyarakat terhadap KNMP tinggi. Mereka berharap program ini dibangun di Muara Pagatan dengan fasilitas cold storage, SPBU nelayan, dan sarana pendukung lain. “Mengandalkan laut sebagai sumber hidupnya, nelayan sangat membutuhkan dukungan untuk kesejahteraannya,” tambah Nadia.

Keseruan Nadia Ramadhani Putri dan Adinda Zahra Marissa Kasmi bersama surveyor-surveyor lainnya saat menaiki kapal nelayan menuju bagang di perairan Muara Pagatan untuk menyaksikan proses pemasangan jaring nelayan serta penangkapan ikan, cumi, dan udang, sekaligus merasakan pengalaman langsung aktivitas nelayan di laut, Senin, 15 Desember 2025.

Ia juga menambahkan, “Ada beberapa catatan yang tentunya tidak kami sampaikan untuk kepentingan penelitian, tetapi akan kami sampaikan secara resmi kepada KKP sebagai bahan pertimbangan.” Nadia optimistis bahwa Muara Pagatan memiliki peluang besar untuk terpilih sebagai salah satu lokasi KNMP.

Tak lupa, Nadia Ramadhani Putri menceritakan bagaimana dia, bersama rekannya Adinda Zahra Marissa Kasmi, juga ikut merasakan sensasi naik kapal laut menuju bagang milik salah satu nelayan hingga malam hari. “Saat itu hujan deras, tapi kami bernaung di bawah tenda terpal di atas bagang sambil mendengar gemuruh ombak laut di malam hari. Meski basah dan angin kencang, pengalaman ini luar biasa,” ujarnya.

Mereka menyaksikan secara langsung proses penangkapan ikan dan cumi di atas bagang tancap, mulai dari pemasangan alat tangkap hingga pengambilan hasil tangkapan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang aktivitas nelayan sehari-hari dan menjadi bahan pertimbangan penting dalam survei KNMP.

Para surveyor mengamati dan mengabadikan momen aktivitas nelayan menaikkan jaring di atas bagang tancap pada malam hari saat hujan, Senin, 15 Desember 2025.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis nasional untuk membangun kawasan nelayan terintegrasi berbasis klaster, meningkatkan produktivitas, nilai tambah hasil perikanan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dari ribuan desa yang mengajukan proposal, hanya sebagian yang lolos survei, dan hasil survei menjadi dasar penetapan lokasi terpilih secara nasional.

@kkpgoid #KNMP #KKP #KementerianKelautanPerikanan #Nelayan #Perikanan #Pesisir

Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News