
Jakarta – Proyeksi peningkatan produksi perikanan tangkap nasional pada 2025 dinilai membawa peluang besar bagi wilayah pesisir Kalimantan Selatan, yang selama ini menjadi salah satu sentra aktivitas nelayan tradisional dan perikanan rakyat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi perikanan tangkap nasional mencapai 7,85 juta ton hingga akhir tahun.
Wilayah pesisir Kalsel, mulai dari Kotabaru, Tanah Bumbu, hingga Tanah Laut, memiliki peran strategis dalam mendukung capaian tersebut. Pemerintah terus mendorong penguatan sektor perikanan tangkap melalui kebijakan penangkapan ikan terukur, peningkatan pengawasan wilayah perairan, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung bagi nelayan.
Mengutip laporan Bisnis.com, target produksi perikanan tangkap nasional 7,85 juta ton pada 2025 ini menunjukkan peningkatan dibandingkan capaian produksi pada 2024 yang tercatat sebesar 7,81 juta ton. KKP menilai tren kenaikan ini sebagai hasil dari konsistensi kebijakan pengelolaan perikanan yang lebih berkelanjutan.

KKP berharap peningkatan produksi tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong peningkatan ekspor hasil perikanan serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan nelayan, termasuk nelayan tradisional di Kalimantan Selatan.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi dan kelestarian ekosistem laut. Pengelolaan perikanan berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar potensi kelautan daerah dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.