
KalimantanSmart.INFO, Yahukimo – Sebanyak 15 jenazah pendulang emas yang menjadi korban kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua Pegunungan, berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Konfirmasi tersebut disampaikan oleh Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, pada Selasa (15/4/2025), sebagaimana dilansir dari detikNews.
“Betul, 15 jenazah korban sudah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga,” kata Yusuf saat dikonfirmasi.
Penyerahan dilakukan bertahap di RSUD Dekai, Yahukimo, setelah melalui proses pencocokan data antemortem dan postmortem oleh Tim DVI. Direktur RSUD Dekai, dr. Glenn M Nurtanyo, menjelaskan bahwa tiga dari lima belas jenazah diserahkan pada Selasa siang, sementara 12 lainnya telah diserahkan lebih dahulu.
Adapun jenazah ditemukan di sejumlah lokasi berbeda di wilayah Yahukimo. Tiga lokasi utama yang menjadi tempat penemuan jasad korban adalah:
Kondisi medan yang ekstrem dan akses yang sulit sempat menjadi hambatan dalam proses evakuasi. Beberapa jenazah ditemukan dalam keadaan mengenaskan, sebagian terkubur tanah longsoran, dan lainnya terapung di aliran sungai.
dr. Glenn menambahkan bahwa tiga jenazah terakhir tidak dapat dipindahkan ke luar Yahukimo karena sudah mengalami dekomposisi berat.
“Keputusan pemakaman di Dekai murni karena alasan medis, bukan karena biaya. Jenazah dalam kondisi seperti itu bisa menimbulkan risiko penyebaran infeksi,” jelasnya.
Masing-masing jenazah telah diserahkan kepada perwakilan keluarga dengan dokumen resmi berupa surat keterangan kematian dan berita acara serah terima. Proses pemakaman dijadwalkan pada hari yang sama.
Berikut daftar lengkap 15 korban:
Aparat TNI-Polri melalui Operasi Damai Cartenz masih terus memburu pelaku pembantaian tersebut. Situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian kini dijaga ketat demi mencegah kejadian serupa.
Tragedi ini menjadi catatan kelam baru dalam sejarah kekerasan di Papua. Pemerintah diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih kuat bagi masyarakat sipil, terutama para pekerja pendulang emas yang kerap menjadi target kelompok bersenjata.
Penulis: Om Anwar
KalimantanSmart.INFO – Informasi Cerdas, Referensi Kalimantan
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.