Next Post

Kades Wonorejo Kusan Hulu: Mahasiswa KKN ULM Mengubah Cara Warga Memaknai Sampah

Warga Desa Wonorejo mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah organik melalui metode LOSIDA dan ember komposter yang disampaikan mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM di Posyandu Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, Jumat (24/7/2026). Foto: Muhammad Thoriq Ash Shidiq.

TANAH BUMBU – Bagi sebagian orang, sampah masih dipandang sebagai limbah yang harus segera dibuang. Namun di Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, perlahan cara pandang itu mulai berubah. Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dinilai mampu menumbuhkan kesadaran baru bahwa sampah dapat dikelola, dimanfaatkan, bahkan memiliki nilai bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Wonorejo, Sadi, saat diwawancarai KalimantanSmart.Info, Jumat (7/8/2026). Menurutnya, program yang dibawa mahasiswa KKN tidak hanya mengenalkan berbagai metode pengelolaan sampah, tetapi juga mengubah cara warga memaknai sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut dilaksanakan oleh Kelompok KKN Tematik Lingkungan Hidup ULM Tanah Bumbu 11 yang diketuai Muhammad Thoriq Ash Shidiq, mahasiswa Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Selama menjalankan pengabdian di Desa Wonorejo, para mahasiswa mengusung sejumlah inovasi pengelolaan sampah yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Program anak-anak KKN ini berkaitan dengan pengelolaan sampah tematik. Kebetulan Wonorejo sudah memiliki TPS 3R, jadi sangat sinkron dengan kegiatan yang ada di desa kami,” ujar Sadi.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi pelengkap bagi sistem pengelolaan sampah yang selama ini telah dikembangkan Pemerintah Desa Wonorejo melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).

Empat Program Pengelolaan Sampah

Sadi menjelaskan, mahasiswa menawarkan beberapa program yang saling melengkapi dalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik di tingkat rumah tangga.

“Alhamdulillah mereka menawarkan beberapa program kerja. Yang pertama pengolahan sampah organik melalui metode LOSIDA atau Lodong Sisa Dapur yang terbuat dari paralon. Kemudian ember komposter, lubang biopori, dan yang terakhir budidaya maggot,” katanya.

Menurut Sadi, seluruh program tersebut mudah diterapkan masyarakat karena memanfaatkan bahan yang sederhana dan dapat dilakukan dari lingkungan rumah masing-masing.

Baca Juga :  Mahasiswa KKNT ULM Dorong Gemar Makan Ikan untuk Cegah Stunting di Desa Binaan Perikanan Pandamaran Jaya

Mahasiswa juga membawa bibit maggot dari Universitas Lambung Mangkurat untuk dikembangkan selama pelaksanaan KKN.

“Alhamdulillah hasilnya bagus. Dari yang awalnya masih baby maggot, sekarang sudah berkembang. Terima kasih kepada anak-anak KKN. Besok setelah mereka pulang, program ini akan kami kembangkan lagi,” ujarnya.

Hadi Rahman Zindani (tengah), didampingi Muhammad Naufal Muzakki (kiri) dan Raihan Nuur Hakim (kanan), memberikan sosialisasi pengelolaan sampah organik melalui metode LOSIDA dan ember komposter kepada warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, dalam kegiatan KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat, Jumat (24/7/2026). Foto: Muhammad Thoriq Ash Shidiq.

Mengubah Kebiasaan Warga

Bagi Sadi, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan terletak pada teknologi, melainkan mengubah kebiasaan masyarakat.

“Sampah organik ini sebenarnya paling gampang, tapi juga paling susah. Susahnya karena masyarakat belum terbiasa memilah sampah,” katanya.

Namun perlahan perubahan mulai terlihat selama mahasiswa menjalankan KKN di Desa Wonorejo.

“Dengan datangnya mereka, sekarang ada dua RT yang menjadi percontohan sudah terbiasa memilah sampah organik dan anorganik. Itu yang paling kami harapkan,” ujarnya.

Perubahan kebiasaan tersebut mulai berdampak terhadap operasional TPS 3R.

“Sekarang sampah organik yang masuk ke TPS 3R sudah berkurang hampir 20 persen dari dua RT yang menjadi percontohan. Setelah mahasiswa pulang, tinggal kami melanjutkan program ini ke RT-RT yang lain agar masyarakat terbiasa mengolah sampah organiknya sendiri,” kata Sadi.

Menurutnya, perubahan tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan mahasiswa mulai membentuk kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mahasiswa Turut Kelola Sampah Anorganik

Selain mengolah sampah organik, mahasiswa KKN juga ikut mendukung pengelolaan sampah anorganik di Desa Wonorejo.

Menurut Sadi, setiap hari Jumat mahasiswa terlibat dalam pengepresan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) sebelum residunya diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu.

“Wonorejo sebelumnya juga sudah menjadi desa yang mengirimkan sampah RDF ke Indocement,” katanya.

Mahasiswa juga memasang berbagai media edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN ULM Tanamkan Budaya Pilah Sampah Sejak Dini di SDN 1 Manunggal, Tanah Bumbu

“Mereka membuat informasi bahwa sampah plastik itu sekitar 500 tahun baru bisa terurai. Edukasi seperti itu mereka sampaikan terus kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa mengajarkan pembuatan kerajinan dari sampah plastik menjadi gantungan kunci serta memberikan sosialisasi kepada siswa SD dan SMP agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak usia dini.

Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Kusan Hulu, Sadi (tengah), berfoto bersama mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat Kelompok 11 sebelum pelaksanaan program pengabdian masyarakat di Desa Wonorejo, Kabupaten Tanah Bumbu. Foto: Muhammad Thoriq Ash Shidiq.

“Mereka Anak-anak Kita”

Di tengah kesibukannya sebagai kepala desa, Sadi mengaku hampir selalu hadir mendampingi berbagai kegiatan mahasiswa.

“Saya selalu hadir bersama mereka. Bagaimanapun juga mereka adalah anak-anak kita. Kehadiran saya hanya untuk memberikan semangat dan motivasi,” katanya.

Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa sangat tinggi.

“Banyak warga meminta mahasiswa hadir di kegiatan yasinan di RT-RT berikutnya. Antusias masyarakat luar biasa karena mereka berbagi ilmu tentang bagaimana kita lebih cermat mengelola sampah,” ujarnya.

Menurut Sadi, kehadiran mahasiswa juga membawa dampak positif bagi generasi muda di desanya.

“Anak-anak SMP dan SMA jadi termotivasi untuk kuliah. Mahasiswa juga datang ke sekolah memberikan sosialisasi dan mengajarkan kerajinan dari sampah plastik,” katanya.

Pemerintah Desa Berikan Dukungan Penuh

Pemerintah Desa Wonorejo turut memberikan dukungan penuh selama mahasiswa menjalankan KKN.

Untuk mahasiswa putri, pemerintah desa menyewa sebuah rumah di RT 9 sebagai posko. Sementara mahasiswa putra ditempatkan di Gedung Seni Desa Wonorejo agar lebih mudah melaksanakan rapat maupun kegiatan lainnya.

“Untuk makan sehari-hari kami tanggung, mulai beras, lauk sampai sayur. Kebetulan kami punya kebun Posyandu, jadi sayurnya mereka bisa mengambil langsung dari sana,” ujar Sadi.

Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

TPS 3R Jadi Kebanggaan Wonorejo

Selain menjadi lokasi pelaksanaan KKN, Desa Wonorejo juga dikenal memiliki TPS 3R yang aktif dan menjadi rujukan sejumlah desa dalam pengelolaan sampah.

Sadi mengatakan, keberadaan TPS 3R tidak hanya berdampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

“Tenaga pemilah kami berasal dari masyarakat miskin ekstrem. Rumah mereka kami bantu perbaiki, bahkan yang belum punya listrik kami pasangkan listrik,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi dapat terus berlanjut sehingga pengelolaan sampah menjadi budaya baru yang tumbuh dari lingkungan keluarga hingga tingkat desa.

Di akhir wawancara, Sadi mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah.

“Marilah kita tetap menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sampah bukan hanya menjadi masalah, tetapi juga bisa menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik,” tutupnya.

Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News