
BANJARBARU – Musim hujan di Kalimantan Selatan diprediksi datang secara bertahap mulai akhir November hingga awal Desember 2026. Sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, diperkirakan menjadi daerah yang lebih belakangan memasuki musim hujan.
Prediksi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan dalam pemaparan prediksi musim hujan periode 2026/2027.
BMKG menyebut awal musim hujan tahun ini mengalami pergeseran dibandingkan rata-rata klimatologis. Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer, termasuk fenomena El Niño yang masih memberikan pengaruh terhadap pola cuaca di wilayah Kalimantan Selatan.
Ketua Tim Kerja Diseminasi Informasi Iklim Staklim Kalsel, Yosef Lucky Dwi Prasetya, mengatakan sebagian besar wilayah Kalsel saat ini masih berada dalam periode musim kemarau.
Menurutnya, masuknya musim hujan tidak berlangsung bersamaan di seluruh daerah. Wilayah Kalsel akan memasuki musim hujan dalam beberapa tahapan sesuai karakteristik iklim masing-masing wilayah.
“Seluruh wilayah Kalsel musim hujannya bergeser. Perbedaan waktu masuk ini merupakan gambaran kondisi karakteristik iklim di masing-masing zona daerah,” ujar Yosef dalam konferensi pers virtual.
Berdasarkan prediksi BMKG, sekitar 49,3 persen wilayah Kalsel diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada akhir November 2026.
Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, serta sebagian wilayah Tanah Laut.
Sementara 50,7 persen wilayah lainnya diprediksi baru memasuki musim hujan pada awal Desember 2026.
Kelompok kedua ini didominasi wilayah pesisir bagian timur dan tenggara Kalsel, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, serta sebagian wilayah Tanah Laut.
Waspada Bencana Hidrometeorologi
Pergeseran awal musim hujan tersebut menjadi perhatian karena waktunya relatif berdekatan dengan periode puncak musim hujan.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan kondisi cuaca dalam beberapa bulan ke depan.
Puncak musim hujan di Kalsel diproyeksikan terjadi pada Januari 2027. Dengan jarak waktu yang relatif singkat antara awal musim hujan dan puncaknya, peningkatan intensitas hujan perlu diantisipasi, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi.
Risiko seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem perlu menjadi perhatian bersama.
BMKG juga mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak hanya memperhatikan kapan hujan mulai turun, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi perubahan kondisi cuaca yang dapat berlangsung cepat.
Bagi Tanah Bumbu dan Kotabaru, prediksi awal Desember sebagai periode masuknya musim hujan menjadi informasi penting. Terlebih kedua wilayah tersebut memiliki kawasan pesisir, daerah aliran sungai, serta sejumlah wilayah yang rentan terhadap genangan dan bencana hidrometeorologi.
Dengan demikian, informasi prakiraan musim bukan sekadar soal kapan hujan turun, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.