
BANJARBARU – Mapala Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (MFT ULM) kembali menunjukkan eksistensinya di tingkat regional. Melalui wakil tunggalnya, Muhammad Gilang Ramadhan (MFT/361/XLII/24), organisasi mahasiswa pencinta alam tersebut berhasil membawa pulang dua penghargaan pada ajang IMPAS-B Rope Challenge (IRC) 2026 Kalimantan Region yang digelar di Lapangan Dr. Murdjani, Banjarbaru.
Dalam kompetisi yang menjadi rangkaian kegiatan Dies Natalis XXIX IMPAS-B FKIP ULM tersebut, Gilang berhasil meraih Juara 3 Kategori Single Rope Technique (SRT) serta Juara Harapan 1 Kategori Prusiking dan Abseiling.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MFT ULM. Pada ajang yang diikuti para pegiat teknik tali dan organisasi mahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah di Kalimantan itu, MFT ULM hanya mengirimkan satu orang peserta.
Meski tampil sebagai wakil tunggal organisasi, Gilang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya sejak babak awal kompetisi. Berdasarkan hasil resmi kualifikasi kategori Prusiking Putra, Gilang mencatatkan waktu 5,08 detik dan menempati peringkat kedelapan, sehingga berhak melaju ke babak Top 16 untuk melanjutkan persaingan pada fase gugur.

Perjalanan Gilang menuju podium tidak berlangsung mudah. Ia harus bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai organisasi pencinta alam yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam disiplin rope technique. Namun berkat latihan yang konsisten serta dukungan dari senior, alumni, dan anggota aktif MFT ULM, ia mampu menuntaskan setiap tahapan perlombaan dengan baik.
Keberhasilan tersebut langsung disambut antusias oleh keluarga besar MFT ULM. Ucapan selamat dan apresiasi mengalir dari berbagai angkatan, termasuk para alumni yang mengikuti perkembangan perlombaan sejak babak semifinal hingga pengumuman pemenang.
Ketua Umum MFT ULM, Zaki Masyarah, bersama para anggota dan senior lainnya juga turut memberikan dukungan selama pelaksanaan kompetisi. Kebersamaan dan solidaritas yang menjadi ciri khas organisasi dinilai turut memberikan motivasi bagi peserta saat menghadapi pertandingan.
Menanggapi capaian yang diraihnya, Gilang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar MFT ULM yang telah memberikan dukungan selama proses latihan hingga perlombaan berlangsung.

“Terima kasih abang dan mbak atas dukungannya. Kesempatan selanjutnya ulun usahakan lebih maksimal lagi,” ujar Gilang.
Dalam dunia mapala, prestasi kerap hanya menjadi angka dan catatan di atas kertas. Namun yang jauh lebih mendasar adalah nilai kebersamaan yang terbangun lintas organisasi pecinta alam. Ikatan itu lahir dari perjalanan panjang di gunung, hutan, dan medan alam terbuka, hingga momen-momen kemanusiaan ketika mereka bersama-sama terlibat dalam pencarian dan evakuasi korban, termasuk dalam operasi SAR saat insiden helikopter jatuh di sejumlah wilayah Kalimantan. Di titik itulah solidaritas sesungguhnya diuji dan dibentuk.
Prestasi yang diraih Gilang juga menjadi bukti bahwa proses kaderisasi di tubuh MFT ULM terus berjalan dengan baik. Organisasi yang telah berdiri sejak dekade 1980-an tersebut kini telah melaksanakan kaderisasi hingga Latihan Dasar (Latdas) XLIII, melahirkan ratusan anggota yang tersebar di berbagai bidang profesi dan pengabdian masyarakat.
Bagi MFT ULM, capaian ini menjadi simbol keberlanjutan tradisi organisasi dalam membina kader yang tangguh, berkarakter, dan mampu berkompetisi di tingkat regional maupun nasional.
Om Anwar
KalimantanSmart.info
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.