Next Post

Trump: AS Akan Menyimpan atau Menjual Minyak Venezuela yang Disita

BBC.news

Florida — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan menyimpan atau menjual minyak mentah yang disita dari kapal tanker Venezuela, termasuk kemungkinan memanfaatkan minyak tersebut untuk cadangan strategis nasional AS. Selain muatan minyak, kapal-kapal yang disita juga akan tetap dikuasai oleh otoritas Amerika.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Florida pada Senin waktu setempat, di tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro agar mundur dari jabatannya. Trump menegaskan minyak hasil sitaan tersebut akan menjadi milik AS. Sebagaimana dilaporkan BBC, Trump menyebut opsi penjualan maupun penyimpanan minyak masih terbuka, termasuk pemanfaatannya untuk Strategic Petroleum Reserve.

Pemerintah AS menuding Venezuela menggunakan pendapatan dari ekspor minyak untuk mendanai kejahatan terkait narkotika. Tuduhan itu dibantah keras oleh pemerintah Venezuela, yang justru menyebut penyitaan kapal tanker sebagai tindakan pembajakan di laut internasional.

Sepanjang bulan ini, militer AS telah menyita dua kapal tanker minyak, termasuk satu kapal yang diamankan pada Sabtu lalu. Otoritas AS juga masih memburu kapal tanker ketiga yang disebut sebagai bagian dari “armada gelap” Venezuela yang digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi.

Trump menyatakan keyakinannya bahwa kapal tersebut pada akhirnya akan berhasil dikuasai. Di waktu yang sama, militer AS melaporkan telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat aktivitas penyelundupan di perairan internasional Samudra Pasifik bagian timur. Dalam operasi tersebut, satu orang dilaporkan tewas.

Ketika ditanya apakah penyitaan kapal dan minyak bertujuan memaksa Maduro lengser, Trump menyebut langkah itu berpotensi memberi tekanan besar. Ia juga menegaskan AS tidak menutup kemungkinan melakukan operasi serupa di darat terhadap target yang dianggap mengancam keamanan nasional Amerika.

Baca Juga :  Kepala Staf Angkatan Darat Libya Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Turki

Menanggapi pernyataan Trump, Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam pidato di televisi nasional menyarankan agar pemimpin AS fokus mengatasi persoalan ekonomi dan sosial di negaranya sendiri. Menurut Maduro, dunia akan lebih baik jika AS tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Sejak kembali menjabat pada Januari lalu, Trump menggandakan imbalan bagi pihak yang memberikan informasi terkait penangkapan Maduro, dengan tuduhan bahwa pemimpin Venezuela tersebut terlibat jaringan narkotika internasional. Pemerintahan Trump juga menetapkan pemerintah Venezuela sebagai organisasi teroris asing serta memerintahkan pemblokiran kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari negara itu.

Kebijakan tersebut memicu kemarahan Caracas, mengingat Venezuela sangat bergantung pada ekspor minyak untuk membiayai belanja negara. Atas permintaan Venezuela, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang darurat untuk membahas apa yang disebut pemerintah Venezuela sebagai agresi berkelanjutan Amerika Serikat.

Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News