
Tanah Bumbu – Fenomena judi online di Indonesia dinilai semakin mengkhawatirkan dan mulai menyasar kalangan pelajar. Kondisi ini memicu keprihatinan berbagai pihak karena sebagian pelajar diduga memanfaatkan uang saku sekolah untuk mencoba peruntungan di platform judi daring, Minggu (15/2/2026).
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh dampak judi online. Ia menegaskan, praktik tersebut bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
“Judi online kerap dikemas menarik dan seolah-olah mudah menghasilkan uang. Padahal, yang terjadi justru kerugian dan penyesalan,” ujarnya saat menyampaikan imbauan di sela kegiatan reses dan agenda kemasyarakatan.
Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan pemerintah bersama aparat penegak hukum, mulai dari pemblokiran situs dan aplikasi perjudian, hingga penelusuran serta pemblokiran rekening yang terindikasi terhubung dengan aktivitas ilegal tersebut. Penindakan juga menyasar pihak-pihak yang mempromosikan judi online melalui media sosial.
Abdul Rahim menilai, penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai agama menjadi kunci penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif dunia digital. Tanpa kontrol diri yang kuat, pelajar sangat rentan tergiur iming-iming keuntungan instan.
Ia juga memaparkan dampak serius yang ditimbulkan, mulai dari kerugian finansial, munculnya utang, hingga gangguan kesehatan mental seperti stres dan kecemasan akibat kekalahan berulang.
Selain itu, ia turut menyoroti bahaya pinjaman online ilegal yang sering menjadi pelarian saat pelaku judi mengalami kerugian. Pinjol ilegal, katanya, menerapkan bunga tinggi dan denda berlipat sehingga memperparah kondisi ekonomi masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk memastikan layanan keuangan yang digunakan terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar terhindar dari praktik merugikan.
“Judi online dan pinjol ilegal bisa menjadi lingkaran masalah yang sulit diputus jika tidak ada kesadaran sejak awal. Karena itu, literasi digital dan pengawasan keluarga sangat penting,” tegasnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama meningkatkan kewaspadaan demi melindungi generasi muda dari ancaman perjudian daring dan praktik pinjaman ilegal yang berpotensi merusak masa depan.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.