
Kotabaru – Angin puting beliung menerjang Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Selasa sore (3/3/2026). Akibat cuaca ekstrem tersebut, bangunan lama SD Negeri 1 Rampa yang berada di kawasan pesisir Jalan Perumnas Rampa Baru RT 17 dilaporkan roboh.
Peristiwa terjadi secara tiba-tiba saat angin kencang disertai suara gemuruh melanda kawasan tersebut. Warga sekitar sempat panik ketika mendengar dentuman keras dari arah bangunan sekolah yang sudah lama tidak difungsikan.
“Anginnya datang mendadak dan sangat kencang. Terdengar suara gemuruh, lalu ada dentuman keras,” ujar Fakih, warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
Dentuman tersebut diketahui berasal dari runtuhnya sebagian besar struktur bangunan lama sekolah. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas di dalam gedung sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Diketahui, kegiatan belajar-mengajar SDN 1 Rampa telah lama dipindahkan ke lokasi baru di Jalan Pembibitan, Desa Semayap. Meski kosong, bangunan lama itu masih kerap dimanfaatkan warga, khususnya para nelayan, untuk berteduh saat cuaca buruk, memperbaiki mesin perahu, hingga menjahit jaring.
Akibat terjangan angin, sejumlah bagian bangunan rata dengan tanah. Material kayu dan atap tampak berserakan di sekitar lokasi. Warga setempat bergotong royong membersihkan puing-puing yang sempat menutup sebagian akses di kawasan pesisir.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan lanjutan maupun rencana pembongkaran sisa bangunan yang masih berdiri. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan peninjauan guna mengantisipasi potensi bahaya dari struktur bangunan yang tersisa dan rawan ambruk.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir Kotabaru untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan kerap terjadi.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.