
KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui BPBD menggelar Rapat Koordinasi Kedaruratan Bencana Karhutla dan Kekeringan di Aula Bamega, Selasa (8/9/2026). Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kotabaru Eka Saprudin mewakili Bupati Kotabaru dan diikuti sekitar 80 peserta.
Eka mengatakan Kabupaten Kotabaru telah memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Kondisi tersebut tidak hanya berisiko menimbulkan krisis air bersih dan mengganggu sektor pertanian, tetapi juga dapat memicu kerusakan ekosistem, polusi udara, gangguan kesehatan hingga dampak terhadap perekonomian.
Menurutnya, persoalan ketersediaan air menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama di wilayah Pulau Laut. “Secara peralatan karhutla dan mobil kita ada, tetapi sumber airnya tidak ada dan ini menjadi permasalahan,” tegasnya.
Eka mengajak pemerintah daerah, swasta, aparat dan masyarakat memperkuat koordinasi serta sinergi untuk mencegah meluasnya karhutla dan dampak kekeringan. Ia berharap rapat koordinasi tersebut menghasilkan langkah konkret dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru Melinda Ratna Agustina mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana. Saat ini Kotabaru telah berstatus siaga darurat, sehingga BPBD meningkatkan kewaspadaan, mempersiapkan sumber daya serta memperkuat komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.