
KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mematangkan seluruh aspek persiapan keberangkatan jamaah haji tahun 2026 guna memastikan proses berjalan lancar, aman, dan nyaman. Fokus utama tidak hanya pada teknis perjalanan, tetapi juga layanan kesehatan dan manajemen waktu ibadah selama transit menuju embarkasi.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat pemantapan yang digelar di ruang Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Senin (6/4/2026).
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Minggu Basuki, menegaskan bahwa kesiapan teknis telah disusun secara detail. Pemerintah daerah, kata dia, telah mengatur jadwal istirahat, konsumsi, hingga memastikan jamaah tetap dapat menjalankan ibadah secara optimal selama perjalanan.
“Manajemen waktu menjadi kunci agar jamaah tetap bisa menunaikan shalat dengan baik, meskipun dalam kondisi perjalanan menuju embarkasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kotabaru, H. Herman Prasetio, mengungkapkan bahwa jumlah jamaah haji asal Kotabaru tahun ini mencapai 308 orang yang tersebar dalam beberapa kelompok terbang (kloter).
Rinciannya, sebanyak 301 jamaah tergabung dalam kloter 13, dua jamaah di kloter 17, dan lima jamaah lainnya di kloter 19. Khusus kloter 13, jamaah Kotabaru akan bergabung dengan jamaah dari Kabupaten Tanah Bumbu sehingga total mencapai 360 orang.
“Dari jumlah tersebut, 301 jamaah berasal dari Kotabaru, didampingi empat petugas kloter dan dua Petugas Haji Daerah (PHD). Sementara 53 jamaah lainnya berasal dari Tanah Bumbu,” jelasnya.
Ia menambahkan, jamaah kloter 13 dijadwalkan masuk Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin pada 10 Mei 2026 pukul 21.00 Wita dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 11 Mei 2026.
Perubahan jadwal masuk embarkasi pada malam hari menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang umumnya dilakukan pada pagi hari.
“Perlu disiapkan tempat istirahat yang memadai bagi jamaah sebelum keberangkatan,” tambahnya.
Dari total jamaah Kotabaru, sekitar 131 orang masuk kategori risiko tinggi (risti). Kondisi ini menuntut perhatian ekstra, khususnya dalam aspek kesehatan selama perjalanan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Sekretaris Daerah Kotabaru, H. Eka Saprudin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan maksimal bagi seluruh jamaah.
“Pemkab tetap memfasilitasi keberangkatan, mulai dari transportasi, tenaga kesehatan di setiap bus, hingga satu unit ambulans yang akan mengiringi perjalanan jamaah,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan penyediaan fasilitas penginapan sementara bagi jamaah, menyusul perubahan jadwal yang mengharuskan keberangkatan dilakukan sejak dini hari.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Kotabaru berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar dan khusyuk. Jamaah juga diimbau untuk menjaga kondisi fisik serta disiplin mengikuti arahan petugas selama proses keberangkatan hingga berada di Tanah Suci.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.