
Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia terus mempercepat langkah strategis pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Mekkah, Arab Saudi. Hingga saat ini, proses pembelian hotel dan lahan yang akan menjadi lokasi kawasan terpadu bagi jemaah haji Indonesia telah memasuki tahap akhir dan menunggu pengesahan kepemilikan dari Pemerintah Arab Saudi yang direncanakan pada Januari 2026.
Melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, pemerintah telah melakukan pembelian bersyarat sebuah hotel yang berlokasi di kawasan Thahir, sekitar Masjidil Haram. Aset tersebut terdiri atas tiga menara dengan total 1.460 kamar, serta lahan di bagian depan hotel seluas kurang lebih 5 hektar yang akan dikembangkan sebagai pusat layanan jemaah haji Indonesia.
Kepala BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembelian aset tersebut masih bersifat bersyarat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan Arab Saudi. Regulasi tersebut memungkinkan kepemilikan properti oleh negara lain mulai awal tahun 2026. Apabila seluruh proses pengesahan selesai, Indonesia akan menjadi negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki lahan resmi di Kota Mekkah.
Di atas lahan tersebut, pemerintah merencanakan pembangunan kompleks hotel yang terdiri dari 13 menara serta pusat perbelanjaan (mal) dengan estimasi anggaran sebesar 700 hingga 800 juta dolar Amerika Serikat. Kawasan ini ditargetkan mampu menampung sekitar 23.000 jemaah haji Indonesia. Pembangunan fisik direncanakan dimulai pada triwulan IV tahun 2026.
Sebagai bagian dari peningkatan aksesibilitas, pemerintah juga akan membangun terowongan Al-Hujun Tunnel yang menghubungkan kawasan Kampung Haji Indonesia dengan Masjidil Haram. Terowongan ini dirancang memiliki jarak sekitar 2,5 kilometer, sehingga lebih dekat dibandingkan akses terowongan lain yang saat ini tersedia.
Selain di kawasan Thahir, pemerintah juga tengah mengikuti proses lelang lahan di wilayah Western Hindawiyah yang memiliki jarak serupa ke Masjidil Haram. Penilaian lelang dilakukan berdasarkan kualitas perencanaan, desain pembangunan, serta kepatuhan terhadap regulasi, bukan berdasarkan besaran harga penawaran.
Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas, inisiatif pembangunan Kampung Haji Indonesia telah mulai direalisasikan sejak Agustus 2025 sebagai upaya menghadirkan layanan terintegrasi bagi jemaah haji Indonesia, mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, dan fasilitas kesehatan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji serta menekan biaya penyelenggaraan secara lebih efisien.
Pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan Kampung Haji Indonesia dilaksanakan secara terencana, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, demi memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.