Home / Bola / Ngeri! Argentina Bawa Tiga Kiper Juara Europa League dari Tiga Liga Elite Eropa ke Final Piala Dunia 2026
Ngeri! Argentina Bawa Tiga Kiper Juara Europa League dari Tiga Liga Elite Eropa ke Final Piala Dunia 2026
Redaksi/Juli 19, 2026/Komentar Dinonaktifkan pada Ngeri! Argentina Bawa Tiga Kiper Juara Europa League dari Tiga Liga Elite Eropa ke Final Piala Dunia 2026
Emiliano Martínez, Gerónimo Rulli, dan Juan Musso. Tiga kiper Argentina, tiga juara UEFA Europa League dari Premier League, La Liga, dan Serie A.
Argentina tinggal selangkah lagi dari sejarah. Di final Piala Dunia 2026, La Albiceleste akan kembali tampil di pertandingan terbesar sepak bola dunia dengan ambisi mempertahankan mahkota yang mereka raih empat tahun lalu.
Namun, perhatian biasanya tertuju kepada Lionel Messi, para penyerang berbahaya, atau lini tengah yang dipenuhi pemain-pemain elite. Ada satu kekuatan lain yang tidak kalah menarik dan mungkin luput dari perhatian: Argentina memiliki tiga penjaga gawang yang semuanya pernah merasakan menjadi juara UEFA Europa League.
Yang membuatnya semakin mengerikan, pengalaman juara itu datang dari tiga liga elite Eropa yang berbeda. Emiliano Martínez menjadi juara bersama Aston Villa dari Premier League Inggris, Gerónimo Rulli mengangkat trofi bersama Villarreal dari La Liga Spanyol, sementara Juan Musso menjadi bagian dari skuad Atalanta yang menjuarai kompetisi tersebut dari Serie A Italia.
Tiga kiper. Tiga juara UEFA Europa League. Tiga liga elite Eropa. Kini, ketiganya berada dalam satu skuad Argentina yang akan tampil di final Piala Dunia 2026.
Emiliano Martínez melakukan penyelamatan gemilang saat membela Argentina di Piala Dunia 2022. Penjaga gawang yang dikenal dengan julukan Dibu itu kemudian menjadi salah satu pahlawan utama La Albiceleste dalam perjalanan mereka meraih gelar juara dunia.
Emiliano Martínez — Juara UEFA Europa League 2025–26 Bersama Aston Villa, Inggris
Emiliano Martínez adalah nama yang paling menonjol di antara ketiganya. Kiper Aston Villa itu bukan hanya penjaga gawang utama Argentina, tetapi juga salah satu tokoh terpenting di balik keberhasilan La Albiceleste menjadi juara dunia pada 2022.
Perjalanan Martínez menuju puncak sama sekali tidak mudah. Bertahun-tahun ia menjadi kiper pelapis Arsenal dan menjalani masa peminjaman di sejumlah klub sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan besar bersama Aston Villa. Kesempatan itu kemudian mengubah kariernya.
Dibu menjelma menjadi kiper yang seolah semakin kuat ketika tekanan semakin besar. Penyelamatannya terhadap Randal Kolo Muani pada detik-detik terakhir final Piala Dunia 2022 menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah turnamen tersebut. Ia kemudian terus menjadi bagian penting dari generasi emas Argentina yang memenangkan Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022 dan Copa América 2024.
Kini, Martínez juga datang dengan pengalaman sebagai juara UEFA Europa League bersama Aston Villa. Artinya, kiper utama Argentina itu tidak hanya pernah memenangkan pertandingan terbesar di level internasional, tetapi juga baru merasakan kembali bagaimana rasanya mengangkat trofi Eropa bersama klubnya.
Ketika Argentina memasuki final Piala Dunia, mereka memiliki seorang penjaga gawang yang sudah terbukti mampu bermain di bawah tekanan paling ekstrem. Final, adu penalti, sorotan dunia, dan satu penyelamatan yang dapat menentukan sejarah bukanlah wilayah baru bagi Dibu Martínez.
Gerónimo Rulli menunjukkan refleks luar biasa di bawah mistar Villarreal. Penyelamatan-penyelamatan penting seperti inilah yang kemudian mengantarkannya menjadi salah satu pahlawan Villarreal saat menjuarai UEFA Europa League 2020–21.
Gerónimo Rulli — Juara UEFA Europa League 2020–21 Bersama Villarreal, Spanyol
Di belakang Martínez, Argentina memiliki Gerónimo Rulli. Namun, menyebut Rulli sekadar sebagai kiper pelapis tentu tidak cukup untuk menggambarkan pengalaman yang dimilikinya.
Pada 2021, Rulli berdiri di bawah mistar Villarreal dalam final UEFA Europa League melawan Manchester United. Pertandingan berakhir 1-1 setelah perpanjangan waktu dan harus ditentukan melalui adu penalti. Drama itu berlangsung luar biasa panjang hingga 22 penendang mengambil eksekusi.
Pada akhirnya, Rulli menjadi pahlawan. Ia menggagalkan tendangan David de Gea dan memastikan Villarreal meraih trofi Eropa besar pertama dalam sejarah klub tersebut.
Itulah pengalaman yang dibawa Rulli ke skuad Argentina. Ia tahu bagaimana rasanya berdiri di bawah tekanan ketika seluruh pertandingan ditentukan oleh satu momen. Ia tahu bagaimana rasanya menjadi kiper yang bisa mengubah kegagalan menjadi kemenangan hanya melalui satu penyelamatan.
Rulli juga memiliki pengalaman panjang bermain di berbagai negara dan kompetisi elite Eropa. Ia pernah memperkuat Estudiantes, Real Sociedad, Manchester City, Montpellier, Villarreal dan Ajax, sebelum melanjutkan kariernya bersama Olympique de Marseille.
Jadi, jika Argentina membutuhkan sosok lain di bawah mistar, Scaloni tidak memiliki alasan untuk panik. Ia memiliki seorang kiper yang pernah menjadi pahlawan final Eropa.
Juan Musso menunjukkan refleks luar biasa di bawah mistar Atalanta. Penyelamatan-penyelamatan penting seperti ini menjadi bagian dari pengalamannya bersama klub Italia tersebut, sebelum ikut merasakan sejarah ketika Atalanta menjuarai UEFA Europa League 2023–24.
Juan Musso — Juara UEFA Europa League 2023–24 Bersama Atalanta, Italia
Kemudian ada Juan Musso, nama yang tentu memiliki daya tarik khusus bagi penggemar sepak bola Italia.
Musso membangun reputasinya di Serie A bersama Udinese sebelum bergabung dengan Atalanta. Di Italia, ia berkembang dalam lingkungan sepak bola yang sangat menuntut konsentrasi, kemampuan membaca permainan, dan pengambilan keputusan.
Musso kemudian menjadi bagian dari skuad Atalanta ketika klub tersebut menjuarai UEFA Europa League 2023–24. Atalanta menciptakan sejarah dengan mengalahkan Bayer Leverkusen di final dan meraih trofi Eropa besar pertama dalam sejarah klub.
Kini, Musso membawa pengalaman tersebut ke dalam skuad Argentina. Ia mungkin berada di belakang Martínez dalam hierarki penjaga gawang, tetapi status sebagai pilihan ketiga di tim nasional sekelas Argentina sama sekali bukan tanda bahwa kualitasnya rendah.
Untuk bisa berada di dalam skuad juara dunia, seorang kiper harus memiliki kualitas yang sangat tinggi. Musso membawa pengalaman dari sepak bola Italia dan Spanyol, serta pernah menjadi bagian dari sebuah tim yang menciptakan sejarah di kompetisi Eropa.
Tiga Liga Elite, Tiga Pengalaman Juara
Jika dilihat secara sederhana, fakta ini sudah cukup mengesankan.
Emiliano Martínez — Aston Villa, Premier League — juara UEFA Europa League 2025–26.
Gerónimo Rulli — Villarreal, La Liga — juara UEFA Europa League 2020–21.
Juan Musso — Atalanta, Serie A — bagian dari skuad juara UEFA Europa League 2023–24.
Tiga kiper Argentina. Tiga liga elite Eropa. Tiga perjalanan berbeda menuju trofi yang sama.
Namun, yang lebih penting bukan sekadar gelar yang mereka miliki. Yang membuat trio ini menarik adalah pengalaman mental yang mereka bawa ke final Piala Dunia.
Martínez tahu bagaimana rasanya menyelamatkan negaranya dalam final Piala Dunia. Rulli tahu bagaimana rasanya menjadi penentu kemenangan dalam adu penalti final Eropa. Musso tahu bagaimana rasanya berada di dalam tim yang menciptakan sejarah di panggung Eropa.
Ketiganya telah menghadapi tekanan dalam bentuk yang berbeda. Dan bagi seorang penjaga gawang, tekanan adalah bagian terbesar dari pekerjaan.
Seorang penyerang masih bisa gagal mencetak gol dan mendapatkan kesempatan berikutnya. Seorang gelandang masih bisa kehilangan bola dan memperbaikinya. Namun, satu kesalahan kiper dalam pertandingan besar bisa mengubah seluruh sejarah.
Argentina memiliki tiga penjaga gawang yang sudah pernah hidup dalam situasi seperti itu.
Kekuatan di Bawah Mistar Menjelang Final
Argentina sering kali dibicarakan karena Lionel Messi, Lautaro Martínez, Julián Álvarez, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul dan para pemain bintang lainnya.
Namun, kekuatan sebuah tim besar tidak hanya terlihat dari sebelas pemain yang berada di lapangan. Kekuatan juga terlihat dari kualitas pemain yang menunggu kesempatan.
Di posisi penjaga gawang, Argentina memiliki kedalaman yang sangat sulit diabaikan. Mereka memiliki kiper utama yang sudah menjadi juara dunia dan juara UEFA Europa League dari Premier League. Mereka memiliki pelapis yang pernah menjadi pahlawan final Liga Europa dari La Liga. Mereka juga memiliki kiper berpengalaman yang pernah menjadi bagian dari sejarah Atalanta di Serie A.
Jadi, ketika Argentina memasuki final Piala Dunia 2026, mereka tidak hanya membawa satu penjaga gawang dengan pengalaman besar.
Mereka membawa tiga.
Satu adalah pahlawan Piala Dunia.
Satu adalah pahlawan final Europa League.
Satu lagi adalah bagian dari skuad yang menciptakan sejarah di kompetisi Eropa.
Tiga kiper. Tiga juara UEFA Europa League. Tiga liga elite Eropa. Kini, semuanya siap mengawal Argentina di final Piala Dunia 2026.
Dan jika pertandingan terbesar itu harus ditentukan melalui adu penalti, Argentina tentu memiliki alasan untuk merasa percaya diri.
Karena di bawah mistar mereka berdiri Emiliano Martínez.
Dan di bangku cadangan, menunggu kesempatan, ada Gerónimo Rulli serta Juan Musso.
Argentina tidak hanya memiliki kedalaman di lini depan dan tengah. Bahkan di bawah mistar, mereka membawa pengalaman juara dari Inggris, Spanyol, dan Italia.