Next Post

Hadapi Air Baku Keruh, PT Air Minum Bersujud Lakukan Berbagai Upaya Penanganan, Masyarakat Dimohon Bersabar

 

Petugas PT Air Minum Bersujud melakukan pemantauan proses pengolahan air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sarigadung, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (2/8/2026), sebagai bagian dari upaya penanganan meningkatnya tingkat kekeruhan air baku yang berdampak pada distribusi air bersih kepada pelanggan.

TANAH BUMBU – PT Air Minum Bersujud mengintensifkan berbagai upaya penanganan menyusul meningkatnya tingkat kekeruhan (turbidity) air baku hingga mencapai kondisi ekstrem yang melampaui kapasitas desain Instalasi Pengolahan Air (IPA). Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya proses produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah.

Saat dikonfirmasi pada Minggu (2/8/2026), Plt Direktur PT Air Minum Bersujud Dwi Dibyo Raharjo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan air bersih. Ia memastikan seluruh tim operasional terus bekerja agar produksi dan distribusi air dapat segera kembali normal.

“Ya bang, airnya keruh, mohon maaf. Lagi diproses pengolahan,” kata Dwi.

Menurut Dwi, lonjakan tingkat kekeruhan air baku yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah melampaui kemampuan desain instalasi pengolahan air. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengolahan tidak dapat berjalan secara optimal meskipun berbagai penyesuaian operasional telah dilakukan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim operasional melakukan optimalisasi dosis bahan kimia koagulan dan bahan pendukung pengolahan air secara bertahap hingga batas maksimum yang masih diperbolehkan sesuai standar operasional. Langkah tersebut ditempuh guna meningkatkan efektivitas proses pengolahan dalam memisahkan partikel lumpur yang terkandung di dalam air baku.

Selain itu, perusahaan juga terus melaksanakan jar test sebagai dasar penentuan dosis bahan kimia yang paling efektif sesuai perubahan karakteristik air baku. Pemantauan kualitas air, khususnya tingkat kekeruhan (NTU) dan pH, dilakukan secara berkala agar setiap perubahan kondisi dapat segera direspons oleh tim operasional.

Baca Juga :  Dinsos Tanah Bumbu dan Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI untuk Penyandang Disabilitas serta Lansia

Di sisi lain, PT Air Minum Bersujud melakukan penyesuaian kapasitas produksi secara bertahap untuk menjaga mutu air hasil produksi tetap memenuhi standar pelayanan. Namun ketika tingkat kekeruhan mencapai kondisi ekstrem, unit produksi terpaksa dihentikan sementara (shutdown) karena air baku tidak lagi memungkinkan diolah menjadi air bersih yang memenuhi standar kualitas.

Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan, PT Air Minum Bersujud juga berkoordinasi dengan Tim Mega Tirta Teknologi (MTT) untuk melakukan pemeriksaan lapangan, evaluasi proses pengolahan, serta analisis teknis penggunaan bahan kimia. Pendampingan tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi teknis guna mengoptimalkan kembali proses pengolahan air.

Berdasarkan data operasional perusahaan, peningkatan tingkat kekeruhan air baku mulai terjadi pada Sabtu (1/8/2026) pukul 19.00 WITA hingga menyebabkan kapasitas produksi dan distribusi air menurun. Kondisi tersebut terus memburuk sejak pukul 23.00 WITA hingga Minggu (2/8/2026) pukul 06.00 WITA, ketika tingkat kekeruhan mencapai kondisi ekstrem sehingga proses pengolahan air semakin sulit dilakukan.

Akibat kondisi tersebut, distribusi air kepada pelanggan terpaksa dihentikan sementara (shutdown total) pada pukul 02.00 hingga 08.30 WITA. Setelah kondisi air baku mulai membaik, proses produksi kembali dijalankan secara bertahap mulai pukul 08.30 WITA. Hingga pukul 13.00 WITA, distribusi air kembali dilakukan secara bertahap meskipun kapasitas produksi masih belum dapat dimaksimalkan sehingga pelayanan kepada pelanggan belum sepenuhnya normal.

Dwi mengatakan perusahaan akan terus memantau perkembangan kondisi air baku dan melakukan berbagai penyesuaian operasional hingga pelayanan kembali normal. Ia juga memohon pengertian dan kesabaran masyarakat selama proses normalisasi berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Seluruh tim operasional terus bekerja semaksimal mungkin agar pelayanan air bersih dapat kembali normal secepatnya,” ujar Dwi.

Baca Juga :  Andi Rudi Latif dan Kepala Daerah Lainnya Menuju Puncak Gunung Tidar pada Hari Ketujuh Retreat
Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News