
Tanah Bumbu, KalimantanSmart.INFO – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mencatat realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2024 yang signifikan, mencapai angka Rp 5,6 triliun. Hal ini didukung oleh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2023 sebesar Rp 747,1 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tanah Bumbu, Deny Heriyanto, menjelaskan bahwa total pendapatan daerah tahun 2024 ditambah SILPA menghasilkan jumlah anggaran yang impresif.
“Pendapatan daerah untuk tahun 2024 tercatat sebesar Rp 4.816.775.785.713. Jika ditambahkan dengan SILPA tahun 2023 sebesar Rp 747.104.737.289, total APBD 2024 mencapai Rp 5.563.880.523.002,” jelas Deny dalam keterangannya, Kamis (2/1/2025).
Sebelumnya, APBD Perubahan tahun 2024 ditargetkan sebesar Rp 5.194.580.830.977. Namun, realisasi pendapatan ditambah SILPA berhasil melampaui target tersebut, menciptakan surplus anggaran sebesar Rp 369,29 miliar.
SILPA tahun 2023 yang mencapai Rp 747,1 miliar menjadi salah satu komponen penting yang mendorong peningkatan APBD. Deny menambahkan bahwa SILPA ini merupakan hasil dari pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan akuntabel sepanjang tahun lalu.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, sehingga tidak hanya memberikan dampak positif terhadap APBD, tetapi juga pada pelaksanaan program prioritas yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Deny.
Dengan peningkatan anggaran ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu akan memprioritaskan sektor strategis seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. Deny juga optimis bahwa pencapaian ini dapat menjadi landasan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Tanah Bumbu.
“Setiap program yang didanai oleh APBD 2024 akan memberikan manfaat maksimal untuk masyarakat. Transparansi dan akuntabilitas akan terus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan anggaran,” tutup Deny.

Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) menunjukkan pencapaian luar biasa dengan realisasi sebesar Rp 580,448 miliar, jauh melampaui target yang hanya Rp 241,878 miliar. Hal ini berarti PAD mengalami peningkatan sebesar 239,98%, atau surplus sebesar Rp 338,57 miliar.
Rincian PAD:
Namun, terdapat beberapa komponen pajak yang masih di bawah target, seperti Pajak MBLB (46,15%) dan Pajak PBB-P2 (85,74%).
Pendapatan transfer mencatat realisasi sebesar Rp 4,460 triliun, atau 108,45% dari target sebesar Rp 4,113 triliun. Surplus yang dihasilkan mencapai Rp 347,68 miliar.
Rincian Pendapatan Transfer:
Kategori ini mengalami tantangan dengan realisasi hanya Rp 26,13 miliar, atau 24,31% dari target Rp 107,51 miliar. Kekurangan ini terutama disebabkan oleh rendahnya Pendapatan Hibah dan Pendapatan JKN Kapitasi Puskesmas.
Keterangan ini mencerminkan kinerja keuangan Tanah Bumbu yang semakin baik, memberikan optimisme untuk pencapaian pembangunan yang lebih merata dan inklusif di masa mendatang.
Berita ini ditulis oleh Om Anwar untuk KalimantanSmart.INFO, mengacu pada data resmi yang dirilis oleh Bapenda Kabupaten Tanah Bumbu.
Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.