Next Post

Usai Sumatera, Banjir Maut Kini Menggulung Empat Kabupaten di Kalimantan Selatan, Pesisir Terancam

Sumber: Media Sosial/Warga

Banjarmasin – Gelombang bencana banjir yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Sumatera belum sepenuhnya mereda. Kini, dampak cuaca ekstrem bergeser ke Kalimantan Selatan. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah ini menjelang akhir tahun 2025 memicu banjir besar dan banjir bandang di empat kabupaten, merusak infrastruktur vital, mengisolasi permukiman warga, menghancurkan kawasan wisata, hingga menelan korban jiwa. Ancaman pun meluas hingga kawasan pesisir.

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, luapan Sungai Amandit menyebabkan jembatan gantung di Desa Tumingki, Kecamatan Loksado, putus total pada Sabtu pagi (27/12/2025). Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses menuju Dusun Datar Mangkung. Putusnya jembatan membuat warga terisolasi dan menghentikan seluruh aktivitas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga akses layanan darurat. Banjir bandang juga menerjang kawasan wisata Taman Anggrek Datar Mangkung, merobohkan gazebo dan memutus jembatan wisata yang terseret derasnya arus sungai.

Banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sungai Batang Alai Timur meluap dan merendam permukiman warga Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur. Air banjir sempat masuk ke dalam rumah dan menutup akses jalan utama desa. Meski debit air berangsur surut, lumpur tebal tertinggal di dalam rumah warga, menyulitkan pemulihan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko penyakit pascabanjir.

Sumber: Media Sosial/Warga

Di Kabupaten Tanah Laut, dampak banjir berujung pada tragedi kemanusiaan. Jembatan penghubung antara Dusun 2 dan Dusun 3 di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambang Ulang, putus dan menyebabkan seorang warga meninggal dunia. Korban dilaporkan terjatuh ke bagian jembatan yang amblas saat melintas pada waktu subuh, ketika kondisi sekitar masih gelap dan kerusakan jembatan tidak terlihat. Jembatan tersebut selama ini menjadi akses vital warga, termasuk jalur utama anak-anak menuju sekolah serta penggerak roda ekonomi desa.

Baca Juga :  Ranting Pohon Patah Hampir Timpa Pengendara di Dekat Masjid Nurul Hikmah Desa Api-Api

Sementara itu di Kabupaten Balangan, banjir bandang menerjang objek wisata Maranting di Kecamatan Tebing Tinggi. Arus deras datang secara tiba-tiba hingga ketinggian air mencapai atap bangunan. Puluhan orang dilaporkan sempat terjebak dan harus dievakuasi dalam kondisi darurat. Banjir bandang juga dilaporkan meluas ke sejumlah kecamatan lain, menandai tingginya kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem.

Rangkaian kejadian banjir yang melanda empat kabupaten di Kalimantan Selatan ini dihimpun dari laporan Radar Banjarmasin, berdasarkan informasi pemerintah daerah, BPBD, serta keterangan warga di lapangan.

Sumber: Media Sosial/Warga

Ancaman bencana diperkirakan belum berakhir. Selain curah hujan tinggi di wilayah hulu, kawasan hilir dan muara sungai juga menghadapi risiko tambahan. Memasuki akhir Desember hingga Januari, pasang air laut biasanya mencapai puncaknya. Kondisi ini berpotensi menahan aliran sungai menuju laut dan memicu limpasan balik yang dapat memperparah banjir, terutama di wilayah pesisir.

Seiring kondisi tersebut, warga di kawasan pesisir Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru diimbau meningkatkan kewaspadaan apabila intensitas hujan kembali meningkat. Kombinasi hujan lebat dari wilayah hulu dan pasang air laut berisiko menyebabkan genangan luas di permukiman pesisir, kawasan nelayan, jalur transportasi, serta aktivitas pelabuhan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan potensi hujan ekstrem dan peningkatan risiko banjir serta banjir rob di berbagai wilayah Indonesia akibat dinamika atmosfer dan perubahan iklim. Rentetan bencana dari Sumatera hingga Kalimantan Selatan menjadi peringatan serius bahwa dampak iklim ekstrem kini nyata dan memerlukan kesiapsiagaan lintas daerah.

Sumber: Media Sosial/Warga

Hingga kini, aparat gabungan masih bersiaga di sejumlah titik rawan. Masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca resmi, menjauhi daerah aliran sungai dan kawasan muara saat hujan deras, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut. 

Baca Juga :  Potensi Besar Muara Pagatan Menanti Sentuhan Pembangunan
Avatar photo

Redaksi

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

Proyek Baru - 2025-11-12T104826.198
banner kalimantansmartinfo
Iklan Berita (1)
banner kalimantansmart

Recent News