Next Post

Wali Kota Banjarbaru panen ubi produksi RT Mandiri


Banjarbaru- Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan Muhammad Aditya Mufti Ariffin melakukan panen ubi produksi kelompok masyarakat dari program Rukun Tetangga (RT) Mandiri yang dikembangkan di kota setempat.

Panen raya ubi dilakukan wali kota bersama Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah di lahan seluas dua hektare yang dikelola Kelompok Masyarakat (Pokmas) Sejahtera di Kelurahan Sungai Ulin, Kamis.

“Alhamdulillah, kali ini kami bisa ikut panen ubi yang ditanam Pokmas Sejahtera Sungai Ulin. Semoga hasil yang dicapai bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan anggotanya,” ujar wali kota.

Menurut Aditya, program RT Mandiri merupakan visi yang dikembangkan di masyarakat melalui bantuan yang disalurkan guna membiayai program unggulan yang dikembangkan setiap RT di Banjarbaru.

Aditya menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan setiap pokmas antara satu RT dengan RT lainnya berbeda disesuaikan dengan potensi dan keahlian yang dimiliki kelompok masyarakat di lingkungannya.

“Setiap RT diberikan bantuan dana sosial sebesar Rp75 juta yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan di berbagai bidang baik UMKM, jasa maupun bidang pertanian yang bisa menambah pendapatan,” jelasnya.

Aditya menekankan, dana bantuan sosial yang diserahkan bukan untuk kepentingan pribadi tetapi digunakan untuk kelompok masyarakat melalui berbagai kegiatan yang diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan.

“Tujuan program RT Mandiri adalah pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan yang bisa menumbuhkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Opie sapaan akrab Aditya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarbaru Abu Yajid Bustami menambahkan, 80 persen dari program RT Mandiri bergerak di bidang pertanian yang harus didukung seluruh pihak.

“Kami memberikan pendampingan bagi pokmas yang melaksanakan program bidang pertanian secara umum sehingga hasil yang dicapai sesuai harapan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Pokmas Sejahtera Hadi mengatakan, luasan lahan kebun ubi yang ditanami mencapai 2 hektare dengan produksi mencapai 20-30 ton dan diperkirakan menghasilkan uang sebesar Rp90 juta.

“Hasil penjualan ubi diperkirakan mencapai Rp90 juta dengan modal Rp75 juta meliputi peralatan, bibit dan penanaman sehingga masih ada keuntungan yang dikembangkan lagi untuk penanaman lanjutan,” katanya.

Admin

Related posts

Newsletter

Subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan informasi berita terbaru kami.

Loading

IMG-20210224-WA0065

Recent News